Ini 6 Pernyataan Guru Bela Diri Hikmatul Iman Tanggapi Tudingan Sesat

Kamis, 23 Juni 2016 - 20:02 WIB
Ini 6 Pernyataan Guru...
Ini 6 Pernyataan Guru Bela Diri Hikmatul Iman Tanggapi Tudingan Sesat
A A A
BANDUNG - Dicky Zainal Arifin (DZA) yang merupakan pimpinan Yayasan Lantunan Nurani Bahtera (sebelumnya bernama Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman) mengeluarkan enam pernyataan sikap menanggapi pelaporan eks anggota ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, Dicky dilaporkan ke MUI karena dianggap memiliki pemahaman menyimpang dari ajaran Islam. Sang guru Seni Bela Diri Hikmatul Iman ini juga disebut menyebarkan paham sesat terhadap anggotanya.

Salah satu pemahaman yang dinilai menyimpang adalah Nabi Adam masih hidup hingga kini. Manusia pertama itu saat ini diyakini sedang berkeliling ke berbagai galaksi untuk membangun peradaban. Ada juga pemahaman 60% ayat Alquran sudah dipalsukan.

Melalui kuasa hukumnya, Bintang Yalasena, Dicky mengeluarkan pernyataan sikap. Total ada enam poin yang disampaikan. Intinya, Dicky meminta MUI, berbagai organisasi, dan pihak-pihak lainnya.

"Pertama, meminta bersikap netral dan tidak menjadikan organisasinya sebagai alat kaum radikalisme dan mereka yang tidak menghargai perbedaan yang anti NKRI dalam memecah umat atau antaragama," kata Bintang, Kamis (23/6/2016).

Kedua, meminta kepada umat Islam, ormas-ormas Islam yang sevisi dan semisi dan umat yang lain untuk selalu menjaga keutuhan NKRI dan menjaganya dari mereka yang ingin mengadu domba NKRI agar terpecah belah.

Ketiga, agar seluruh umat Islam menjalankan prinsip rahmatan lil alamin kepada sesama maupun kepada orang yang berbeda dengan kita.

Keempat,
melakukan dan mengedepankan sikap tabayun atau konfirmasi dan jangan terpancing dalam menerima isu-isu yang di-blow up oleh kaum radikalisme.

Kelima, meminta kepada rekan-rekan media untuk menjunjung tinggi prinsip dan kode etik jurnalistik, dimana pemberitaan semestinya memberikan edukasi kepada rakyat dengan pemberitaan cover both side (seimbang kedua belah pihak).

"Keenam, tuduhan yang dilakukan mereka (pelapor ke MUI) itu hanya berdasarkan sebuah novel berjudul Arkhytirema. Oleh karena itu, secara hukum dan pemberitaan, maka tuduhan-tuduhan yang dilakukan oleh mereka tersebut sangatlah tidak valid," pungkas Bintang.
(sms)
Berita Terkait
Gempar, Pria di Maros...
Gempar, Pria di Maros Minta Izin Presiden Jokowi Buat Aliran Kepercayaan Baru ‘Tilaco’
Antisipasi Munculnya...
Antisipasi Munculnya Aliran Sesat, Kejari Sinjai Gelar Rakor Pakem
PBNU Minta Pemerintah...
PBNU Minta Pemerintah Serius Tangani Aliran Bab Kesucian di Gowa
Korban Tewas Aliran...
Korban Tewas Aliran Sesat Kenya Capai 95 Orang, 8 di Antaranya Anak-anak
Heboh Ada Aliran Almahdi...
Heboh Ada Aliran Almahdi di Lampung Utara, Anggota Wajib Setor Uang Bulanan
3 Film tentang Nabi...
3 Film tentang Nabi Palsu, Nomor 2 Terinspirasi Fenomena Aliran Sesat di Indonesia
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
10 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
11 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
11 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
12 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
14 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
14 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved