Kasus Curannmor Meningkat Selama Ramadhan, Ini Alasannya
Minggu, 12 Juni 2016 - 05:20 WIB
Kasus Curannmor Meningkat Selama Ramadhan, Ini Alasannya
A
A
A
DEPOK - Meningkatnya kasus kejahatan selama bulan Ramadhan dipicu oleh pola konsumerisme berlebihan di masyarakat. Salah satunya adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hal itu lantaran barang tersebut mudah dijual dan dipreteli.
"Karena dianggap lebih mudah untuk dijual kembali serta bisa dijual terpisah," kata Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Yogo Tri Hendiarto saat dihubungi, Minggu 12 Juni 2016.
Dengan pola belanja yang lebih tinggi di masayarakat selama Ramadhan, kata dia, itu dapat membuat pelaku kejahatan melihatnya sebagai umpan. Ada anggapan bahwa dengan pola belanja berlebih maka masyarakat memiliki uang atau harta lebih yang kemudian dijadikan sasaran kejahatan.
"Contohnya saja pencurian motor. Penadahnya ada dan pembelinya pun ada. Jadi memang ada korelasinya," tuturnya.
Soal pengamanan, kata dia, selama Ramadhan banyak masyarakat terfokus hanya pada harga pasar. Sehingga, kata dia, mereka kurang memperhatikan keamanan lingkungan serta kewaspadaan menjadi rendah.
"Kalau hanya mengandalkan polisi saja tentu tidak bisa. Karena keterbatasan jumlah," pungkasnya.
"Karena dianggap lebih mudah untuk dijual kembali serta bisa dijual terpisah," kata Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Yogo Tri Hendiarto saat dihubungi, Minggu 12 Juni 2016.
Dengan pola belanja yang lebih tinggi di masayarakat selama Ramadhan, kata dia, itu dapat membuat pelaku kejahatan melihatnya sebagai umpan. Ada anggapan bahwa dengan pola belanja berlebih maka masyarakat memiliki uang atau harta lebih yang kemudian dijadikan sasaran kejahatan.
"Contohnya saja pencurian motor. Penadahnya ada dan pembelinya pun ada. Jadi memang ada korelasinya," tuturnya.
Soal pengamanan, kata dia, selama Ramadhan banyak masyarakat terfokus hanya pada harga pasar. Sehingga, kata dia, mereka kurang memperhatikan keamanan lingkungan serta kewaspadaan menjadi rendah.
"Kalau hanya mengandalkan polisi saja tentu tidak bisa. Karena keterbatasan jumlah," pungkasnya.
(mhd)