KPK Didesak Periksa Dirut Ancol Terkait Reklamasi

Senin, 30 Mei 2016 - 20:41 WIB
KPK Didesak Periksa...
KPK Didesak Periksa Dirut Ancol Terkait Reklamasi
A A A
JAKARTA - Centre For Budget Analysis (CBA) meminta KPK memeriksa Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) Gatot Setyo Waluyo terkait kasus dugaan suap reklamasi yang melibatkan anggota DPRD DKI M Sanusi serta Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, dalam penyidikan kasus ini KPK sudah memeriksa semua pihak baik eksekutif, legislatif dan pengembang Agung Podomoro Land. Namun, hanya Gatot Setyo Waluyo yang hingga kini belum diperiksa KPK.

Padahal, lanjut Uchok, Gatot harusnya diperiksa karena rapat-rapat penurunan kontribusi tambahan untuk menjadi 5% itu berdasarkan info lapangan selalu diadakan di Ancol.

PJA sendiri diketahui memperoleh izin menggarap empat dari 17 pulau yang akan dibangun di Teluk Jakarta. Keempat pulau tersebut yakni Pulau K seluas 32 hektare, Pulau I 405 hektare, Pulau J 316 hektare, dan Pulau L seluas 481 hektare.

Kecurigaan atas korupsi Gatot dinilai wajar oleh Uchok apalagi hingga saat ini dia tidak melaporkan harta kekayaan ke KPK."Gatot sebagai pejabat BUMD Jakarta seharusnya melaporkan LHKPN dong, bukan dengan sengaja pura-pura tidak tahu aturan, dan meminta KPK menulis surat ke Gatot agar menyerahkan harta kekayaannya," tegas Uchok dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (30/5/2016).

Tidak itu saja, Uchok juga meminta KPK menyelidiki dugaan gratifikasi pembangunan dan pembelian rumah yang direnovasi menjadi restoran senilai Rp7 miliar di Yogyakarta dari kontraktor reklamasi yang telah dimenangkan.

"KPK harus segera turun tangan. Kalau dugaan itu benar, dia dapat dijerat undang-undang (tindak pidana) korupsi," ucapnya.

Untuk diketahui sebelumnya Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mencopot Gatot Setyo Waluyo sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk karena menyangkut proyek relamasi.
(whb)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
2 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
2 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
2 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
3 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
3 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
3 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved