Adrianus Meliala Tak Setuju Pemerkosa Yuyun Dihukum Kebiri

Minggu, 08 Mei 2016 - 06:10 WIB
Adrianus Meliala Tak...
Adrianus Meliala Tak Setuju Pemerkosa Yuyun Dihukum Kebiri
A A A
JAKARTA - Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengungkapkan bahwa hukuman bagi pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun belum bisa ditentukan secara pasti. Menurutnya, banyak pertimbangan dalam penanganan kasus ini.

"Soal pantas atau tidak, susah mengukurnya. Itu terkait berat-ringannya ancaman hukuman serta bagaimana hakim melihat keseriusan tindakan pelaku. Jadi, bisa naik bisa turun," kata Adrianus saat dihubungi oleh Sindonews, Sabtu (7/5/2016).

Dia menyebut, ada beberapa kondisi yang membuat dirinya tidak setuju akan hukuman kebiri yang banyak diajukan masyarakat sebagai hukuman bagi para pelaku kejahatan seksual.

"Ada beberapa hal yang membuat saya tidak setuju akan hal tersebut diantarnya yaitu: yang pertama, perkosaan adalah hasil kognisi alias pemikiran. Jadi bukan semata mata biologis. Kenapa lalu tubuh yang dihukum?" jelasnya.

Yang kedua, yaitu teknis pelaksanaannya sulit dan mahal. Menurut mantan komisioner Kompolnas ini, hal itu nantinya akan merepotkan pemerintah.

"Yang terakhir perihal waktu, kapan kebiri dilaksanakan? Apakah saat inkrach atau belum? Makin lama diberikan, makin kurang aspek deterrence," ucap dia.

Seperti diketahui, Yuyun ditemukan tewas di areal perkebunan karet milik warga pada awal April 2016. Yuyun dibunuh dan diperkosa oleh 14 pelaku secara bergiliran. Pihak kepolisian telah berhasil meringkus 12 pelaku, sementara dua lainnya masih buron.

Mereka yang telah ditangkap adalah Fe (18); Sp (16); De (19); To (19); Da (17); Su (19); Bo (20); Fa (19); Za (23); Al (17); Suu (18) dan Er (16). Kasus ini telah bergulir di Pengadilan Negeri Curup dan para pelaku dituntut dengan hukuman penjara selama 10 tahun.
(kri)
Berita Terkait
86 Perempuan Diperkosa...
86 Perempuan Diperkosa Setiap Hari di India, Negara Dinilai Melakukan Pembiaran
Miris! Pelaku Pemerkosaan...
Miris! Pelaku Pemerkosaan Tak Ditangkap, Korban Justru Dilaporkan Balik ke Polisi
Gadis 14 Tahun Diperkosa...
Gadis 14 Tahun Diperkosa Dua Orang Pria Secara Bergilir Dalam Mobil
Lihat Istri Tetangga...
Lihat Istri Tetangga Pakai Handuk, Buruh di OKU Nafsu Lakukan Pemerkosaan
Tak Terima Istrinya...
Tak Terima Istrinya Dirudapaksa, YL Habisi Nyawa Keponakannya
4 Siswi SMA Diduga Diperkosa...
4 Siswi SMA Diduga Diperkosa Oknum Pejabat dan Politisi, Polda Papua Periksa 7 Saksi
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
3 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved