Kerap Gusur Rumah Warga, Ahok Disebut Gubernur Barbar
Kamis, 28 April 2016 - 15:24 WIB
Kerap Gusur Rumah Warga, Ahok Disebut Gubernur Barbar
A
A
A
JAKARTA - Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) menyebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah gubernur barbar. Pasalnya, Ahok kerap menggusur rumah warga tanpa memikirkan solusinya.
Koordinator JALA Sunarto mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Ahok hanya menyengsarakan masyarakat. Begitu juga dengan penggusuran Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara yang hanya diperuntukkan pemodal.
"Akhir-akhir ini, Pemprov DKI banyak melakukan penggusuran, seperti di Pasar Ikan. Lalu Kampung Luar Batang yang rencananya akan digusur juga. Ahok bilang untuk pembangunan. Tapi harus kita kritisi, pembangunan itu untuk siapa?" katanya di Kantor JALA, Jalan Guntur nomor 49, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016)
Walaupun masyarakat yang terkena gusur direlokasi ke rusun, kata dia, namun rusun itu tidak layak. "Masyarakat dipindah ke rusun. Tapi apa cukup rusun ituh dan layakkah?," tuturnya.
Dia menilai, penggusuran Pasar Ikan hanya memuluskan proyek Reklamasi teluk Jakarta yang direncanakan Ahok. Dalam reklamasi itu, Ahok berpihak pada pemodal. Dia bahkan mempertanyakan tentang pembangunan teluk Jakarta yang masih berlangsung walaupun sudah diberhentikan sementara oleh Menteri Susi Pudjiastuti.
"Reklamasi misalnya, raperda belum ada kok jalan? Coba lihat, kok itu masih ada pula pembangunan?" tanyanya.
Selain itu, kata dia, dalam pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras, Ahok hanya membuang-buang APBD DKI Jakarta. Dia juga yakin, kalau Ahok terlibat kasus yang merugikan negara hingga Rp191 miliar.
"BPK telah menemukan kejanggalan-kejanggalan di RS Sumber Waras. Gubernur Ahok yang barbar itu pun pasti terlibat. Sekarang, tinggal bagaimana KPK mengeksekusi kasusnya itu. Kita tak boleh biarkan Gubernur barbar itu terus berkuasa," pungkasnya.
Koordinator JALA Sunarto mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan Ahok hanya menyengsarakan masyarakat. Begitu juga dengan penggusuran Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara yang hanya diperuntukkan pemodal.
"Akhir-akhir ini, Pemprov DKI banyak melakukan penggusuran, seperti di Pasar Ikan. Lalu Kampung Luar Batang yang rencananya akan digusur juga. Ahok bilang untuk pembangunan. Tapi harus kita kritisi, pembangunan itu untuk siapa?" katanya di Kantor JALA, Jalan Guntur nomor 49, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2016)
Walaupun masyarakat yang terkena gusur direlokasi ke rusun, kata dia, namun rusun itu tidak layak. "Masyarakat dipindah ke rusun. Tapi apa cukup rusun ituh dan layakkah?," tuturnya.
Dia menilai, penggusuran Pasar Ikan hanya memuluskan proyek Reklamasi teluk Jakarta yang direncanakan Ahok. Dalam reklamasi itu, Ahok berpihak pada pemodal. Dia bahkan mempertanyakan tentang pembangunan teluk Jakarta yang masih berlangsung walaupun sudah diberhentikan sementara oleh Menteri Susi Pudjiastuti.
"Reklamasi misalnya, raperda belum ada kok jalan? Coba lihat, kok itu masih ada pula pembangunan?" tanyanya.
Selain itu, kata dia, dalam pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras, Ahok hanya membuang-buang APBD DKI Jakarta. Dia juga yakin, kalau Ahok terlibat kasus yang merugikan negara hingga Rp191 miliar.
"BPK telah menemukan kejanggalan-kejanggalan di RS Sumber Waras. Gubernur Ahok yang barbar itu pun pasti terlibat. Sekarang, tinggal bagaimana KPK mengeksekusi kasusnya itu. Kita tak boleh biarkan Gubernur barbar itu terus berkuasa," pungkasnya.
(mhd)