IDI Sebut Kematian Tiga Pasien di Lampung Karena Masalah Obat

Sabtu, 09 April 2016 - 17:07 WIB
IDI Sebut Kematian Tiga...
IDI Sebut Kematian Tiga Pasien di Lampung Karena Masalah Obat
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tidak sependapat apabila meninggalnya tiga pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu Lampung karena adanya malapraktik oleh dokter.

Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis mengatakan, dugaan meninggalnya tiga pasien dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama tersebut mengarah pada masalah pada obat yang digunakan. “Bukan malapraktik kasus itu kami melihat masalah utama di obatnya,” ujar Ilham saat ditemui di Jakarta, Sabtu (9/4/2016).

Ilham menjelaskan malapraktik baru tepat disematkan kepada dokter apabila tindakannya tidak sesuai dengan standard operational procedure (SOP) ataupun standar profesi.

Untuk kasus kematian pasien seperti yang terjadi di Lampung, dokter menurutnya baru bisa disalahkan apabila tidak menjalankan SOP sesuai dengan yang ditentukan untuk pasien operasi. “Seandainya dokter melakukan pemakaian obat tanpa melihatnya, menghisap bukan sendiri (oleh orang lain) itu prosedurnya salah. Jadi misalnya kalau dihisap, disiapkan kemudian dokter tidak melihat ampulnya dokter salah,” kata Ilham.

Ilham pun mencontohkan kasus kematian pasien serupa yang sempat terjadi di RS Siloam Jakarta beberapa waktu lalu yang disebabkan adanya masalah pada obat yang digunakan. Menurut dia pihak produsen kemudian mengambil sikap dengan menghentikan produk kemudian memperbaiki sistem produksinya.

“Akan tetapi ini (obat di Lampung) diproduksi oleh pabrik yang berbeda namanya. Ini sedang kita percayakan apakah produksi sudah dilakukan dengan standar yang baik atau tidak,” tambah Ilham.

Sebelumnya tiga pasien atas nama Reyhan Mahardika (16); Devi Franita (30) dan Suripto (67) meninggal dunia setelah menjalani operasi di RS Mitra Husada Pringsewu Lampung 5 April 2016.

Reyhan menjalani operasi Varicocel Bilateral pada pukul 15.30 WIB namun meninggal pada pukul 03.35 WIB. Devi Franita menjalani operasi caesar pada pukul 22.00 WIB namun meninggal pada pukul 02.00 WIB. Adapun Suripto menjalani operasi tumor betis pada pukul 16.30 WIB juga meninggal pada pukul 23.30 WIB.

Ketiga pasien sebelumnya diketahui mendapat pembiusan spinal pada tulang punggung sebelum menjalani operasi. Diketahui obat bius yang digunakan berjenis bupivacaine spinal yang saat ini masih diteliti oleh BPOM dan IDI.
(sms)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
5 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
5 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
7 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
8 jam yang lalu
Infografis
Ibtihal Aboussad Dipecat...
Ibtihal Aboussad Dipecat Microsoft karena Menentang Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved