Dandim Makassar Bicarakan Bisnis saat Digerebek

Kamis, 07 April 2016 - 23:31 WIB
Dandim Makassar Bicarakan...
Dandim Makassar Bicarakan Bisnis saat Digerebek
A A A
MAKASSAR - Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Inf Jefry Oktavian Rotty saat tertangkap tangan nyabu ternyata sedang membicarakan penawaran bisnis dengan salah satu pengusaha di Kabupaten Gowa, bernama Nasri. Diketahui dalam penggerebekan pesta narkoba yang dipimpin Kasdam VII/Wirabuana Brigjen TNI Supartodi itu, selain Jefry dan Kapuskodal Ops Kodam VII/Wirabuana Letkol Inf Budi Iman Santoso, juga terjaring lima warga sipil lainnya yakni Nasri, Aswar, Bimang, Fitry dan Uci.

Sedangkan Nasri membantah sedang melakukan pesta narkoba saat personel Denpom melakukan penggerebekan. Katanya pertemuan itu dilakukan dalam rangka silaturahmi dan membahas penawaran kerja sama dengan Jefry yang dikenalnya sejak menjabat Dandim 1408/BS Makassar pertengahan tahun lalu itu.

"Kenal sejak beberapa bulan lalu saat menjabat Dandim. Sudah bertemu sekitar tiga kali. Justru kalau masalah bisnis, dia kan tentara, jadi saya mau tanya apa yang bisa dikerjasamakan," jelas pengusaha ternama asal Gowa sekaligus pemilik tempat wisata keluarga Planet Beckham 18 itu.

Selain itu, dia membantah terdapat barang bukti cairan yang diduga narkotika. Melainkan hanya ada minuman keras merek Martel, bir dan minuman beralkohol lainnya.

Terpisah, menurut Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Budiman Manalu, dari hasil pemeriksaan sampel urine kelima warga sipil itu menunjukkan negatif, kecuali Azwar yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika.

"Dari hasil tes urine yang kita lakukan itu negatif semua kecuali Azwar. Kemudian dari hasil assesment dia rawat jalan," tutur Budiman ditemui di Kantor BNNP Sulsel Jalan Manunggal No 22, Makassar.

Hasil tes urine BNNP tersebut berbeda dengan hasil pemeriksaan Pomdam VII/Wirabuana yang menyatakan empat warga sipil yang ikut terjaring positif menggunakan narkotika dan satu lainnya negatif.

Selain itu, terkait barang bukti yang disebutkan berupa cairan blue saphire diduga merupakan narkotika jenis baru atau New Psyco Aktive Subtances (NPS) yang belum terdaftar di UU 35/2009 tentang Pemberantasan Narkotika.

"Belum tahu nama jenisnya, kalau kita bawa di lab BNN besok (Hari ini) baru keluar hasilnya. Tapi dari Labkrim Polri itu merupakan New Psyco Aktive Subtances (NPS)," jelasnya.

Lebih lanjut, Budiman menyebutkan dari pengakuan kelima warga sipil yang ikut terjaring itu, tidak sedang pesta narkoba, melainkan hanya untuk membicarakan bisnis dengan pimpinan Kodim Makassar itu.
(sms)
Berita Terkait
Ada CLBK Dibalik Insiden...
Ada CLBK Dibalik Insiden Polisi Tembak Istri dan Babinsa TNI di Jeneponto
CLBK Diduga Penyebab...
CLBK Diduga Penyebab Oknum TNI Ditembak Anggota Polisi
Ini Pengakuan Bripka...
Ini Pengakuan Bripka Her, Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI
Polisi Penembak Istri...
Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI Ditetapkan Tersangka
Anggota Polisi Tembak...
Anggota Polisi Tembak Istri dan Oknum TNI Selingkuhannya
Polda Sulsel Pastikan...
Polda Sulsel Pastikan Polisi Penembak Istri dan Anggota TNI Diproses Hukum
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
19 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved