Puluhan Nelayan Desak KPK Usut Kasus Suap Reklamasi

Selasa, 05 April 2016 - 13:02 WIB
Puluhan Nelayan Desak...
Puluhan Nelayan Desak KPK Usut Kasus Suap Reklamasi
A A A
JAKARTA - Puluhan nelayan yang tergabung dalam Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menggelar aksi dukungan agar KPK mengusut tuntas suap pembahasan Raperda reklamasi pantai utara Jakarta.

Wakil Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke, Ramli mengatakan, pihaknya menyambut baik penangkapan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 31 Maret 2016.

Keduanya merupakan tersangka kasus suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Melalui Raperda itu, proyek besar reklamasi pantai utara Jakarta diatur. "Kami dukung KPK usut kasus suap yang dilakukan Sanusi dan pengembang," kata Ramli di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Ramli menjelaskan, proyek reklamasi pantai utara Jakarta sangat merugikan nelayan di sekitar wilayah tersebut. Akibat proyek reklamasi yang sudah berjalan, nelayan kini tidak memiliki akses keluar masuk kapal untuk mencari ikan.

Tak hanya itu, Ramli juga menuturkan kondisi lingkungan yang mulai rusak akibat reklamasi. Terumbu karang mati, laut banyak sampah, zona tangkap ikan menjadi semakin jauh sehingga biaya mencari ikan menjadi semakin mahal.

"Bohong kalau reklamasi tak berdampak pada nelayan. Reklamasi hanya untungkan penguasa dan pihak pengembang, bukan rakyat kecil," imbuhnya.

Dalam aksi itu, para nelayan membawa sejumlah sepanduk. Di antaranya yang paling tegas bertuliskan 'Hentikan Pengurukan Teluk Jakarta'. Mereka juga menyerahkan sebuah replika perahu nelayan tradisional kepada KPK. Sebagai simbol persatuan nelayan yang tetap menolak proyek ambisius reklamasi teluk Jakarta.
(ysw)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved