Mayat Wanita yang Bikin Geger di Sungai Serang Ternyata Suratiningsih
Jum'at, 25 Maret 2016 - 15:53 WIB
Mayat Wanita yang Bikin Geger di Sungai Serang Ternyata Suratiningsih
A
A
A
KULON PROGO - Jasad Suratiningsih (22), warga Kriyanan, Wates ditemukan mengambang di aliran Sungai Serang, wilayah Cokrodipan, Triharjo, Wates. Korban sebelumnya pergi dari rumah, pada Selasa 22 Maret 2016 malam.
Salah seorang warga Wadiyo mangatakan, mayat korban ditemukan oleh seorang warga yang beraktivitas di sekitar dan mencium bau menyengat. Warga itu kemudian berusaha mencari sumber bau dan menemukan sesosok mayat perempuan mengambang di sungai.
“Begitu ada penemuan ini langsung dilaporkan polisi,” jelas Wadiyo, kepada wartawan, Jumat (25/3/2106).
Petugas kepolisian dari Polsek Wates dan Polres Kulon Progo yang datang di lokasi kejadian langsung datang melakukan evakuasi. Bersama dengan Tim SAR dan BPBD, mayat itu dibawa ke RSUD Wates.
"Secara fisik, kondisi mukanya sudah rusak dan sulit dikenali. Makanya kami langsung bawa ke RSUD,” sambung Kanit Reskrim Polsek Wates AKP Munarso, ditemui terpisah.
Penemuan mayat yang sempat menggegerkan warga skeitar itu dengan cepat menyebar. Warga Kriyanan, Wates yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi penemuan Junianto yang penasaran langsung menuju ke kamar mayat.
Dia mengaku sejak Selasa 22 Maret 2016 telah kehilangan istrinya. Setelah mengecek kondisi fisik dan cirri-cirinya, Junianto memastikan jika jasad itu adalah Suratiningsih, istrinya yang hilang sejak beberapa hari lalu.
"Apalagi ada beberapa tetangga dan keluarganya juga datang untuk mengecek. Sebelumnya dia sempat diopname di sini (RSUD Wates), tetapi sudah pulang,” sambungnya.
Junianto mengaku, sebelumnya tidak ada permasalahan apapun dengan istrinya. Mereka juga hidup biasa dan tidak ada pertengkaran ataupun perselisihan. “Biasa saja tidak pernah ada masalah,” paparnya.
Sebelum sakit, dia tinggal di Tegal Lembut Giripeni, tempat orangtua Suratiningsih. Namun setelah opname dia kembali ke Kriyanan, Wates. Hingga Selasa sore, istrinya pergi dari rumah saat hujan. “Sebelumnya tidak pernah ke sungai,” jelasnya.
Salah seorang warga Wadiyo mangatakan, mayat korban ditemukan oleh seorang warga yang beraktivitas di sekitar dan mencium bau menyengat. Warga itu kemudian berusaha mencari sumber bau dan menemukan sesosok mayat perempuan mengambang di sungai.
“Begitu ada penemuan ini langsung dilaporkan polisi,” jelas Wadiyo, kepada wartawan, Jumat (25/3/2106).
Petugas kepolisian dari Polsek Wates dan Polres Kulon Progo yang datang di lokasi kejadian langsung datang melakukan evakuasi. Bersama dengan Tim SAR dan BPBD, mayat itu dibawa ke RSUD Wates.
"Secara fisik, kondisi mukanya sudah rusak dan sulit dikenali. Makanya kami langsung bawa ke RSUD,” sambung Kanit Reskrim Polsek Wates AKP Munarso, ditemui terpisah.
Penemuan mayat yang sempat menggegerkan warga skeitar itu dengan cepat menyebar. Warga Kriyanan, Wates yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi penemuan Junianto yang penasaran langsung menuju ke kamar mayat.
Dia mengaku sejak Selasa 22 Maret 2016 telah kehilangan istrinya. Setelah mengecek kondisi fisik dan cirri-cirinya, Junianto memastikan jika jasad itu adalah Suratiningsih, istrinya yang hilang sejak beberapa hari lalu.
"Apalagi ada beberapa tetangga dan keluarganya juga datang untuk mengecek. Sebelumnya dia sempat diopname di sini (RSUD Wates), tetapi sudah pulang,” sambungnya.
Junianto mengaku, sebelumnya tidak ada permasalahan apapun dengan istrinya. Mereka juga hidup biasa dan tidak ada pertengkaran ataupun perselisihan. “Biasa saja tidak pernah ada masalah,” paparnya.
Sebelum sakit, dia tinggal di Tegal Lembut Giripeni, tempat orangtua Suratiningsih. Namun setelah opname dia kembali ke Kriyanan, Wates. Hingga Selasa sore, istrinya pergi dari rumah saat hujan. “Sebelumnya tidak pernah ke sungai,” jelasnya.
(san)