Warga Jembarana Tolak Pembangunan Jembatan Jawa-Bali

Rabu, 16 Maret 2016 - 19:26 WIB
Warga Jembarana Tolak...
Warga Jembarana Tolak Pembangunan Jembatan Jawa-Bali
A A A
JEMBRANA - Pascatenggelamnya Kapal Rafelia II di Selat Bali, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin membangun jembatan yang menghubungkan Jawa-Bali. Jembatan penghubung dari Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk Bali, dinilai sangat layak melihat kondisi kecelakaan yang kapal yang kerap terjadi di Selat Bali.

Sayangnya ide itu mendapat penolakan dari sejumlah warga Bali. Warga Jembrana, banyak yang mengutarakan penolakannya lewat media sosial facebook.

Seperti pada akun milik Ida Bagus Susrama Megati, dia menilai usulan Bupati Banyuwangi itu merupakan usulan yang akan merusak tatanan Bali yang kental dengan adat istiadat dan kesakralannya.

"Saya harapkan semua warga Bali bersatu untuk menentang pembangunan jembatan di Selat Bali karena akan merusak tatanan Bali,” ungkap dalam dinding FBnya.

Ada juga pengguna media sosial yang membagikan berita tentang rencana tersebut kemudian ditulis tolak.

Bahkan, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana juga menolak.

Menurutnya dilihat dari sejarah Pulau Bali yang mana dalam mitologi Dang Hyang Sidimantra sengaja memutus Pulau Bali dengan Pulau Jawa.

Dari mitologi Hindu yang telah masuk dalam history Bali itu menurutnya secara sekala-dan niskala Bali dengan Jawa sejak awal memang sudah dibuat sedemikian rupa.

Sehingga harus dibatasi laut yang merupakan salah satu fiter sehingga hal-hal negatif dan pengaruh buruk dari luar Bali dan segala sesuatu dari luar Bali menjadi lebih mudah diawasi.

"Jika benar seperti yang diusulkan Bupati Banyuwangi itu, pembangunan Jembatan Jawa-Bali akan sangat berpengaruh pada tatanan sosial budaya masyarakat. Akan ada pergeseran-pergeseran nilai di Bali,” katanya, Rabu (16/3/2016), Jembrana.

Pihaknya mengaku akan tetap memperjuangkan Jembrana sebagai pintu gerbang Bali di bagian barat harus melalui laut. Dengan tegas menolak pembangunan jembatan Jawa-Bali itu.

"Dengan tegas kami menolak adanya itu. Tatanan yang seperti ini sekarang sudah cukup bagus," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Konawe...
Ratusan Warga Konawe Bentrok di Perusahaan Tambang, 1 Terluka
Kurang Perhatian, Warga...
Kurang Perhatian, Warga Cikarang Demo PT NT Indonesia
Tidak Mau Sosialisasi...
Tidak Mau Sosialisasi dengan Warga, Dukuh Catur Surawan Dilengserkan Paksa
Diluruk Puluhan Warganya,...
Diluruk Puluhan Warganya, Kades di Gresik Ini Pilih Kabur
Viral! Warga Muratara...
Viral! Warga Muratara Nangkap Ikan di Jalan Penuh Kubangan Lumpur
Warga Perumahan Cluster...
Warga Perumahan Cluster Grand Alifia Pasang Spanduk Protes
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved