Pasutri di Medan Malah Kompak Menjual Gadis ke Jawa Timur
Selasa, 15 Maret 2016 - 22:07 WIB
Pasutri di Medan Malah Kompak Menjual Gadis ke Jawa Timur
A
A
A
MEDAN - Sepasang suami istri Darma (25) dan Reni (23) kompak menjual gadis berinisial B alias KS (19) warga Kecamatan Sunggal ke Jember, Jawa Timur, Selasa (15/3/2016). Akibatnya, bahtera rumah tanggak yang baru tiga tahun dibangun itu harus dijalaninya dibalik jeruji besi hingga belasan tahun lamanya.
Sebab, setelah berhasil menjual korban, Polisi langsung menciduknya di Bukit Maraja, Kabupaten Simalungun.
Tidak hanya ditangkap Polisi, kedua Pasutri ini pun sempat mendapat ganjaran dari keluarga korban, sehingga tubuhnya nyaris babak belur akibat dikeroyok.
Kapolsekta Medan Sunggal Kompol Harry Azhar mengatakan, kedua pelaku ditangkap atas adanya laporan pengaduan dari pihak korban yang mengaku anaknya tidak pulang ke rumah setelah bepergian dengan pelaku.
“Orangtua korban itu mengaku, kalau anaknya selama ini bekerja di salah satu swalayan di kawasan Kampung Lalang. Nah, atas dasar laporan itu kita melakukan penyelidikan dan menelusuri apa motif dibalik kejadian itu,” ujarnya.
Menurut dia, proses penyelidikan untuk mengungkap kasus itu pun tidak lama-lama, cukup tiga hari saja. Kedua pelaku langung diciduk dari siantar setelah pihak keluarga memberikan informasi yang akurat kepada petugas.
“Begitu anggota mendapat informasi itu, langsung meluncur dan menciduk pelaku,”sebutnya.
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku (Darma) ternyata sudah meniduri korban beberapa kali selama empat hari dalam pengawasannya sebelum dikirim ke Jember, Jawa Timur untuk dijadikan pelayan para pria hidung belang di salah satu lokasi.
“Ini pengakuan tersangka, korban rencananya akan dijual ke Jember, Jawa Timur. Selama dalam genggamannya (tersangka) korban diberikan uang senilai Rp1 juta. Namun, dibalik itu tersangka sudah beberapa kali menidurinya,” ungkap Harry.
Kini, sambung dia, pihaknya sedang fokus untuk mengejar pelaku lain yang diduga memesan atau penerima wanita muda itu di Jember, Jawa Timur dan telah berkoordinasi denga Satuan Polisi setempat untuk membongkar jaringannya.
“Sudah kita koordinasikan dengan Polisi setempat agar jaringan tersangka ini terbongkar,”terangnya.
Dia menuturkan, setelah berhasil menangkap pelaku dan membawa pulang kembali korbannya, kini petugas sedang melakukan perawatan medis kepada korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut.
“Untuk saat ini, kita baru menerima satu laporan saja dari pihak korban. Tidak tertutup juga kemungkinan ada korban lain yang diduga telah dijual dua begundal tak berhati nurani ini,”bebernya.
Sementara itu, Darma kepada petugas mengaku, sejak berhasil mengelabui korban dia sudah tidak ingat lagi berapa kali menidurinya karena tak tahan melihat kemolekan tubuh korbannya.
Sebab, setelah berhasil menjual korban, Polisi langsung menciduknya di Bukit Maraja, Kabupaten Simalungun.
Tidak hanya ditangkap Polisi, kedua Pasutri ini pun sempat mendapat ganjaran dari keluarga korban, sehingga tubuhnya nyaris babak belur akibat dikeroyok.
Kapolsekta Medan Sunggal Kompol Harry Azhar mengatakan, kedua pelaku ditangkap atas adanya laporan pengaduan dari pihak korban yang mengaku anaknya tidak pulang ke rumah setelah bepergian dengan pelaku.
“Orangtua korban itu mengaku, kalau anaknya selama ini bekerja di salah satu swalayan di kawasan Kampung Lalang. Nah, atas dasar laporan itu kita melakukan penyelidikan dan menelusuri apa motif dibalik kejadian itu,” ujarnya.
Menurut dia, proses penyelidikan untuk mengungkap kasus itu pun tidak lama-lama, cukup tiga hari saja. Kedua pelaku langung diciduk dari siantar setelah pihak keluarga memberikan informasi yang akurat kepada petugas.
“Begitu anggota mendapat informasi itu, langsung meluncur dan menciduk pelaku,”sebutnya.
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku (Darma) ternyata sudah meniduri korban beberapa kali selama empat hari dalam pengawasannya sebelum dikirim ke Jember, Jawa Timur untuk dijadikan pelayan para pria hidung belang di salah satu lokasi.
“Ini pengakuan tersangka, korban rencananya akan dijual ke Jember, Jawa Timur. Selama dalam genggamannya (tersangka) korban diberikan uang senilai Rp1 juta. Namun, dibalik itu tersangka sudah beberapa kali menidurinya,” ungkap Harry.
Kini, sambung dia, pihaknya sedang fokus untuk mengejar pelaku lain yang diduga memesan atau penerima wanita muda itu di Jember, Jawa Timur dan telah berkoordinasi denga Satuan Polisi setempat untuk membongkar jaringannya.
“Sudah kita koordinasikan dengan Polisi setempat agar jaringan tersangka ini terbongkar,”terangnya.
Dia menuturkan, setelah berhasil menangkap pelaku dan membawa pulang kembali korbannya, kini petugas sedang melakukan perawatan medis kepada korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumut.
“Untuk saat ini, kita baru menerima satu laporan saja dari pihak korban. Tidak tertutup juga kemungkinan ada korban lain yang diduga telah dijual dua begundal tak berhati nurani ini,”bebernya.
Sementara itu, Darma kepada petugas mengaku, sejak berhasil mengelabui korban dia sudah tidak ingat lagi berapa kali menidurinya karena tak tahan melihat kemolekan tubuh korbannya.
(sms)