Puluhan Warga Blitar Mengidap Difteri

Senin, 29 Februari 2016 - 17:53 WIB
Puluhan Warga Blitar...
Puluhan Warga Blitar Mengidap Difteri
A A A
BLITAR - Penyakit difteri menyerang puluhan warga Kabupaten Blitar. Serangan bakteri yang menganggu fungsi tonsil, faring, hidung (saluran pernafasan bagian atas) dan berakibat kematian ini diperkirakan lebih hebat dibanding tahun sebelumnya.

“Sebab baru terhitung dua bulan terakhir ini sudah ditemukan 20 kasus,“ ujar Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawati kepada wartawan.

Selama 2015 kasus difteri di Kabupaten Blitar mencapai 44 kasus. Selain saluran pernafasan, bakteri corynebacterium diphteriae juga bisa merusak selapur lendir dan kulit.

Penyakit menular ini tidak kenal usia. Mulai anak anak dibawah usia lima tahun hingga manula diatas 60 tahun sama sama beresiko tertular penyakit difteri.

Penderita akan mengeluhkan gejala panas, sesak nafas, nyeri tenggorokan saat menelan makanan, leher bengkak dan muncul selaput putih ke abu abuan di tenggorokan yang menyumbat pernafasan.

Pada kondisi tertentu penderita bisa mengalami keracunan pada otot jantung, jaringan saraf, ginjal dan berakhir kematian.

Salah satu penyebab difteri adalah lingkungan yang tidak sehat, terutama sanitasi yang buruk. Bagaimana penularanya. Bakteri difteri bisa menular melalui percikan ludah, makanan yang sudah terkontaminasi dan kontak secara intim.

Menurut Christin, sebanyak 20 orang penderita tersebar di delapan kecamatan. Semuanya telah mendapat penanganan medis di rumah sakit.

“Yakni diantaranya Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Sutojayan dan Kecamatan Talun. Sebagian besar berusia balita dan anak anak,“ terangnya.

Langkah dinas kesehatan saat ini adalah melakukan vaksinasi massal yang jumlahnya tergantung bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Hal itu mengingat seluruh vaksin difteri berasal dari Provinsi Jawa Timur.

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Abdul Munib berharap dinas terkait untuk memberikan penanganan lebih serius.

Hal itu mengingat difteri kategori penyakit berbahaya. Terkait kemungkinan pagu bantuan vaksin dari Provinsi Jawa Timur yang terbatas, Munib meminta dinkes untuk mengalokasikan sendiri.

“Jika memang vaksin yang dibutuhkan melebihi pagu bantuan, tentunya bisa dialokasikan sendiri. Sebab penyakit ini berdampak pada kematian,“ ujarnya.
(sms)
Berita Terkait
51 Kasus Difteri Ditemukan...
51 Kasus Difteri Ditemukan di Jatim, Khofifah Instruksi Dinkes Lakukan Koordinasi Intensif
Wabah Difteri Serang...
Wabah Difteri Serang Warga Garut, Jabar Gencarkan Imunisasi
13 Hari 6 Anak di Kahuripan...
13 Hari 6 Anak di Kahuripan Garut Meninggal, Dinkes Jabar Tetapkan KLB Difteri
Garut KLB Difteri, Kemenkes...
Garut KLB Difteri, Kemenkes Beberkan Upaya Mencegah Penularan ke Wilayah Lain
Vaksin Difteri, Wagub...
Vaksin Difteri, Wagub Jabar Minta Masyarakat Percaya Pemerintah
Nyalakan Alarm Tanda...
Nyalakan Alarm Tanda Bahaya! 6 Daerah di Jabar Ditemukan Kasus Suspek Difteri
Berita Terkini
JakFair 2026 Kembali...
JakFair 2026 Kembali Digelar, Puluhan Band Disiapkan Ramaikan Pengunjung
26 menit yang lalu
Manfaat MBG Perlu Diperluas,...
Manfaat MBG Perlu Diperluas, Partai Perindo Dukung Penguatan BGN di Sulut
27 menit yang lalu
PSN Papua Tetap Perhatikan...
PSN Papua Tetap Perhatikan Kelestarian Lingkungan dan Serap Ribuan Tenaga Kerja OAP
1 jam yang lalu
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
4 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
6 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
7 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved