Tewas di Tangan Pacar Sang Ayah, Kepala Marvelio Pecah
Sabtu, 27 Februari 2016 - 11:30 WIB
Tewas di Tangan Pacar Sang Ayah, Kepala Marvelio Pecah
A
A
A
JAKARTA - Untuk mengetahui pasti penyebab kematian Marvelio Benekdik Raysuryadi Djuana (2), polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, diketahui kalau kepala korban mengalami retak setelah dibenturkan ke tembok yang diduga dilakukan pacar sang ayah.
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suparmo mengatakan sebelum tewas korban sempat mendapatkan perawatan medis selama sembilan hari di Rumah Sakit Eka Hospital, Kota Tangerang.
"Sempat dibawa ke RS, kemudian sembilan hari di rawat meninggal dan langsung dikubur. Lalu ibunya lapor ke Polda Metro, kemarin kami autopsi jenazah anaknya," kata Suparmo kepada wartawan, Sabtu (27/2/2016).
Suparmo membeberkan hasil autopsi sementara terhadap jasad balita berumur 2,7 tahun itu. "Hasil autopsinya kepalanya pecah karena benturan yang keras. Pecahnya tidak mengeluarkan darah tapi dalamnya retak," tambahnya.
Guna kepentingan penyidikan, petugas telah memeriksa tiga orang saksi. "Sudah tiga, bapaknya, mantan istrinya, tetangganya," tuturnya. (Baca: Sadis, Bocah 2 Tahun Tewas di Tangan Pacar Ayahnya)
Sementara itu, polisi telah berhasil menangkap tersangka atas naman Riyanti di Giant CBD Bintaro Tangerang Selatan, Jumat 26 Februari malam. Hingga kini polisi masih mencari motif pembunuhan Marvelio.
PILIHAN:
Ditangkap, Daeng Azis Tuding Polisi Penuhi Nafsu Ahok
Ahok Tepuk Dada, Daeng Azis Ditangkap Berkat Dirinya
Berdasarkan hasil autopsi sementara, diketahui kalau kepala korban mengalami retak setelah dibenturkan ke tembok yang diduga dilakukan pacar sang ayah.
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suparmo mengatakan sebelum tewas korban sempat mendapatkan perawatan medis selama sembilan hari di Rumah Sakit Eka Hospital, Kota Tangerang.
"Sempat dibawa ke RS, kemudian sembilan hari di rawat meninggal dan langsung dikubur. Lalu ibunya lapor ke Polda Metro, kemarin kami autopsi jenazah anaknya," kata Suparmo kepada wartawan, Sabtu (27/2/2016).
Suparmo membeberkan hasil autopsi sementara terhadap jasad balita berumur 2,7 tahun itu. "Hasil autopsinya kepalanya pecah karena benturan yang keras. Pecahnya tidak mengeluarkan darah tapi dalamnya retak," tambahnya.
Guna kepentingan penyidikan, petugas telah memeriksa tiga orang saksi. "Sudah tiga, bapaknya, mantan istrinya, tetangganya," tuturnya. (Baca: Sadis, Bocah 2 Tahun Tewas di Tangan Pacar Ayahnya)
Sementara itu, polisi telah berhasil menangkap tersangka atas naman Riyanti di Giant CBD Bintaro Tangerang Selatan, Jumat 26 Februari malam. Hingga kini polisi masih mencari motif pembunuhan Marvelio.
PILIHAN:
Ditangkap, Daeng Azis Tuding Polisi Penuhi Nafsu Ahok
Ahok Tepuk Dada, Daeng Azis Ditangkap Berkat Dirinya
(ysw)