Irigasi Tertimbun Longsor, 200 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Selasa, 23 Februari 2016 - 17:32 WIB
Irigasi Tertimbun Longsor,...
Irigasi Tertimbun Longsor, 200 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
A A A
CIAMIS - Akibat hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tebing setinggi 15 meter longsor menimbun saluran irigasi Munggahan di Blok Cigorowong, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Sekira 200 hektar sawah milik warga di dua desa yakni Desa Buniseuri dan Desa Pusakasari terancam gagal panen.

Dari saluran irigasi sepanjang 1.800 meter itu, setidaknya ada 12 titik longsoran dengan timbunan rata-rata sekitar 5 meter. Yang paling parah adanya saluran yang jebol sehingga memerlukan waktu perbaikan yang cukup panjang, bisa lebih dari sebulan.

"Longsor terjadi tidak hanya sekali, pertama minggu kemarin ada longsoran di irigasi ini, tapi sudah dibersihkan warga, tapi karena intensitas hujan yang terus turun dengan deras longsor di beberapa titik terjadi menimbun saluran irigasi," ujar Kasi Ekbang Desa Buniseuri Nurdin Sudrajat saat ditemui di lokasi longsor, Selasa (23/2/2016).

Kata dia, aparat desa sempat menginstruksikan warga untuk bergotong royong membersihkan saluran irigasi agar air bisa kembali mengalir. Namun, banyaknya titik longsoran dengan timbunan longsor yang tebal membuat masyarakat tidak sanggup lagi membersihkannya.

"Ini harus menggunakan alat berat karena kalau menggunakan alat manual seperti cangkul pasti memerlukan waktu cukup lama, mungkin lebih dari sebulan, sementara sawah dan kolam warga harus segera mendapat air agar sawah tidak kekeringan," jelasnya.

Pihaknya sudah melaporkan peristiwa itu kepada pemerintah kabupaten, dalam hal ini BPBD Ciamis dan Dinas Bina Marga, SDA, dan SDEM Kabupaten Ciamis agar segera dilakukan tindakan. Meski Pemerintah Kabupaten Ciamis sudah melakukan peninjauan ke lokasi longsor, belum ada tindak lanjut untuk pembersihan.

Sementara itu, warga sekitar yang juga merupakan petani, Yusuf, mengatakan selama ini hanya irigasi Munggah yang selalu mengairi ratusan hektare sawah dan puluhan kolam warga di dua desa itu. Sekarang, dengan longsornya tebing di atasnya, saluran air otomatis tertutup.

"Saluran irigasi ini sangat vital bagi warga, sekarang kita hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah untuk membersihkan timbunan longsor ini, agar saluran irigasi kembali lancar. Bisa dibayangkan kalau sebulan air tidak mengalir ke sawah, ratusan hektare sawah terancam gagal panen."
(zik)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Pencarian 3 Warga Korban...
Pencarian 3 Warga Korban Tanah Longsor di Kota Bogor
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
3 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
6 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
7 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
7 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
8 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved