Kasus Aborsi di Ponpes Ditangani Polrestabes Semarang

Jum'at, 12 Februari 2016 - 17:41 WIB
Kasus Aborsi di Ponpes...
Kasus Aborsi di Ponpes Ditangani Polrestabes Semarang
A A A
SEMARANG - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menyebut penanganan kasus aborsi ilegal di pesantren yang awalnya ditangani Polsek Tembalang akan ditarik ke Unit Perlindungan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang.

"Nanti kasusnya ditarik ke PPA sini. Hari ini masih gelar (gelar perkara internal penyidik)," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin, Jumat (12/2/2016).

Usia bayi dalam kandungan NLM ketika aborsi, sebut Burhanudin, sudah 7 bulan. Bayi itu sempat dibawa pasangan NLM dan DYA disembunyikan di dalam bagasi jok motor matic ketika mereka mendatangi RSUD Semarang pada Rabu (10/2/2016).

Bayi itu dalam kondisi meninggal, dibungkus alias disembunyikan dengan cara dimasukkan kain sarung. Pihak medis juga curiga dengan proses persalinan tidak benar itu, sebab plasentanya masih tertinggal di perut sang ibu.

Jika persalinan normal, plasenta biasanya keluar sekira 10 menit setelahnya.

"TKP (Tempat Kejadian Perkara) itu di ponpes. Kami masih kembangkan terus penyidikannya, obatnya dibeli secara online di internet, kami masih cari."

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Tembalang mengungkap kasus dugaan aborsi yang dilakukan santriwati di wilayah hukumnya. Praktik aborsi itu dilakukan di pesantren tempat santri itu menimba ilmu.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO, awalnya polisi mengendus informasi adanya salah satu pasien di RSUD Kota Semarang alias RSUD Ketileng, yang dirawat setelah menderita pendarahan karena aborsi ilegal.

Dia berinisial NLM (20), warga Kabupaten Subang, Jawa Barat. Aborsi itu dilakukan pada hari Rabu (10/2/2016) sekira pukul 10.00 WIB. Lokasinya, di pondok pesantren di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

PILIHAN:
Gempa 6,6 SR Goyang Sumba Barat, NTT
(zik)
Berita Terkait
Pengungkapan Kasus Praktik...
Pengungkapan Kasus Praktik Aborsi Ilegal di Bali
2 Bidan di Kota Kendari...
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Aborsi Ilegal di Klinik...
Aborsi Ilegal di Klinik Pandeglang, Sudah Lebih 100 Janin Digugurkan
Ditreskrimsus Polda...
Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Bekasi
Terkuak, Kuburan Janin...
Terkuak, Kuburan Janin Bayi yang Ditemukan Warga Bukan Korban Aborsi
Cegah Aborsi Ilegal,...
Cegah Aborsi Ilegal, Akademisi: Kesehatan Reproduksi Harus Diajarkan Sejak Dini
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
53 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved