13 Warga di Gunungkidul Alami Gangguan Jiwa karena Asmara

Rabu, 10 Februari 2016 - 08:13 WIB
13 Warga di Gunungkidul...
13 Warga di Gunungkidul Alami Gangguan Jiwa karena Asmara
A A A
GUNUNGKIDUL - 13 warga di Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul mengalami ganguan jiwa. Ironisnya sebagian besar terjadi karena persoalan asmara.

Pendekatan kemasyarakatan terus dilakukan untuk memulihkan penyandang gangguan jiwa yang didominasi usia muda.

Kades Petir Sarju mengatakan, upaya untuk menyembuhkan warga yang mengalami gangguan jiwa tersebut terus dilakukan.

Bahkan beberapa waktu lalu, empat warganya terpaksa dilarikan ke rumah sakit Grasia Pakem Sleman untuk proses penmyembuhan dan rehabilitasi.

"Mudah-mudahan ada upaya penanganan serius sehingga desa kami semakin bebas dari warga yang terkena gangguan jiwa," terangnya, Selasa(9/2/2016).

Dijelaskan, dari 13 warga yang mengalami gangguan jiwa, sebagian berhasil ditangani. Namun sebagian juga belum bisa ditangani sepenuhnya. "Ada yang memgkonsumi obat di rumah sehingga bisa tenang kembali," bebernya.

Camat Rongkop R. Asis Budiarto membenarkan banyaknya warga di Desa Petir yang mengalami gangguan Jiwa.

Bahkan kecamatannya, masuk dalam kecamatan dengan penduduknya banyak yang mengalami gangguan jiwa.

"Memang kita akui Rongkop masuk tertinggi di Gunungkidul untuk warga dengan gangguan jiwa, dan persoalannya bukan garis keturunan, namun karena faktor eksternal," ungkapnya.

Menurutnya, banyak kasus gangguan jiwa termasuk depresi terjadi dan menimpa kalangan pemuda yang merantau.

Kemudian setelah kembali ke kampung halaman, jiwanya terganggu. "Informasi yang kami peroleh ini karena urusan asmara," tandasnya.

Kondisi inilah yang menjadikan penderita gagguan jiwa di kecamatan Rongkop sebagian besar masih usia produktif.

"Nah Desa Petir memang desa yang paling banyak kasus pemuda yang mengalami gangguan jiwa ini. Di antaranya ada yang hidup dalam satu keluarga juga." ungkap Asis.

Namun demikian dia optimistis hal tersebut masih bisa dikendalikan bersama. Para penderita bisa dikendalikan dengan mengkonsumsi obat penenang sehingga tidak membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami sudah upayakan untuk mengatasi persoalan ini. Mereka yang terpantau, kami awasi dan kami tangani serius. Misalnya diberikan kesibukan, dan terbukti ada yang sembuh dan kembali beraktivitas normal," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Yang Waras Ngalah: Kenangan...
Yang Waras Ngalah: Kenangan dan Hikmah Sowan Abah Anom
Sambil Tertawa, Pria...
Sambil Tertawa, Pria Ini Terjun dari Lantai II Pasar Beringharjo
Salah Apa, Tetangga...
Salah Apa, Tetangga Tega Pukul Nenek Soleha hingga Tewas
Teror Pria Berkeliaran...
Teror Pria Berkeliaran Bawa Sabit Gegerkan Warga Purbalingga
Dua Warga dengan Gangguan...
Dua Warga dengan Gangguan Jiwa di Riau Dinyatakan Positif COVID-19
Heboh Orang Gila Bakar...
Heboh Orang Gila Bakar Lumbung Padi di Kabupaten Enrekang
Berita Terkini
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
1 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
2 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
3 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Demo di...
Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tidak Sesuai Aturan, Begini Respons BEM UI
4 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved