Naomi, Dewa Penolong Orang Gila

Senin, 25 Januari 2016 - 10:07 WIB
Naomi, Dewa Penolong...
Naomi, Dewa Penolong Orang Gila
A A A
PAREPARE - Mengurusi dan merawat orang dengan gangguan kejiwaan atau orang gila bukanlah pekerjaan mudah. Umumnya mereka adalah orang-orang yang berpendidikan dan bersertifikat resmi.

Namun di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, ada seorang ibu rumah tangga justru mampu melakukannya. Dia adalah Naomi, nenek berusia 65 tahun. Hebatnya, dia tidak digaji dalam merawat orang gila itu. Bahkan rela mengeluarkan biaya sendiri.

Tak banyak orang seperti Ibu Naomi. Di dunia ini, bahkan orang seperti Ibu Naomi ini bisa dihitung dengan jari. Dia ibarat Ibu Peri bagi para orang gila atau yang mengidap gangguan kejiwaan.

Padahal berinteraksi dengan orang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak mudah. Bahkan yang menakutkan, jijik karena bau yang tidak sedap dan sering bertingkah laku yang cenderung brutal.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Naomi. Warga Jalan Panti Asuhan, Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Ujung, Parepare sudah belasan tahun mengurusi dan merawat orang gila yang ditelantarkan oleh negara.

Setelah diajak bergabung dalam Tim Terpadu Penggulangan Orang Gila, Naomi langsung menerimanaya tanpa syarat. Perempuan lima orang anak ini terlihat begitu telaten mengurusi orang dengan gangguan kejiwaan.

Tanpa raja jijik, dia merapikan rambut orang gila, dan memandikannya seperti anak kecil. Tak heran jika orang yang melihat aksi Naomi sangat mengaguminya. Sebab tak banyak orang yang mampu melakukan hal seperti itu.

Naomi beralasan, mau mengurusi dan merawat orang gila karena kemanusian dan kasihan. Menurutnya, orang gila yang dianggap sebagai sampah masyrakat sebenarnya adalah korban.

Untuk itu, dia tidak hanya merawat dan mengurusi orang gila. Tetapi juga memperjuangkan nasib orang gila agar pemerintah setempat membangun rumah sakit khusus gangguan kejiwaan.

Sungguh sesuatu yang memiriskan memang. Orang dengan penderita gangguan kejiwaan yang terlantar di jalan ini sebenarnya dilindungi oleh undang-undang dan seharusnya dipelihara oleh negara.

Di tengah miskinnya kemanusiaan negara itu, Naomi datang sebagai malaikat. Dia mengabdikan dirinya tanpa pamrih. Bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri demi untuk mengurusi dan merawat para penderita gangguan kejiwaan. Hebat!
(san)
Berita Terkait
Yang Waras Ngalah: Kenangan...
Yang Waras Ngalah: Kenangan dan Hikmah Sowan Abah Anom
Sambil Tertawa, Pria...
Sambil Tertawa, Pria Ini Terjun dari Lantai II Pasar Beringharjo
Salah Apa, Tetangga...
Salah Apa, Tetangga Tega Pukul Nenek Soleha hingga Tewas
Teror Pria Berkeliaran...
Teror Pria Berkeliaran Bawa Sabit Gegerkan Warga Purbalingga
Dua Warga dengan Gangguan...
Dua Warga dengan Gangguan Jiwa di Riau Dinyatakan Positif COVID-19
Heboh Orang Gila Bakar...
Heboh Orang Gila Bakar Lumbung Padi di Kabupaten Enrekang
Berita Terkini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
37 menit yang lalu
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
1 jam yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
8 jam yang lalu
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
9 jam yang lalu
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
10 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved