Dugaan Malapraktik, Polisi Akan Bongkar Makam Allya

Kamis, 07 Januari 2016 - 15:03 WIB
Dugaan Malapraktik,...
Dugaan Malapraktik, Polisi Akan Bongkar Makam Allya
A A A
JAKARTA - Untuk menyelidiki dugaan malapraktik, Polda Metro Jaya akan meminta izin keluarga untuk membongkar makam Allya Siska Nadya (34). Polisi perlu melakukan autopsi jenazah Allya untuk mendapatkan bukti adanya dugaan malapraktik.

"Kami akan menurunkan dokter forensik untuk bertemu keluarganya dulu untuk meminta izin apakah boleh (jenazah) diautopsi atau tidak," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Menurutnya, autopsi jenasah ini sangat penting untuk mencari alat bukti yang bisa digunakan sebagai syarat untuk menemukan adanya tindak pidana malapraktek. "Kami tengah cari fakta-fakta untuk mencari adanya dugaan pidana," terangnya.

Krishna pun menampik disebut tidak kooperatif dalam kasus ini, sebab pihak keluarga selama ini enggan kooperatif dengan polisi.

"Kan bukan polisi yang salah (kalau disebut tidak kooperatif). Makanya dalam kesempatan kali ini kami akan coba dekati kembali keluarga korban untuk bersama-sama menyelesaikan kasusnya," pungkasnya.

Diketahui, Allya yang merupakan anak mantan Wakil Direktur Komunikasi PT PLN meninggal usai menjalani perawatan di klinik Klinik Chiropractic First Pondok Indah Mall 1, Jaksel.

Ayah korban, Alfian Helmy Hasjim menjelaskan awalnya Allya kerap mengeluh nyeri di bagian otot lehernya dan terkadang terasa pegal. Kemudian oleh keluarga disarankan untuk berobat ke klinik itu.

Dalam pengobatannya, Allya ditangani oleh praktisi asal Amerika Serikat, Randall Cafferty. Dalam sehari Allya menjalani terapi sampai dua kali, siang dan malam.

Proses terapinya Allya diminta untuk tengkurap di ranjang. Kemudian kepala Allya digerakkan ke kanan dan ke kiri beberapa kali hingga pada tulang lehernya berbunyi.

Usai menjalani terapi tersebut, bukan hilang rasa sakit justru Allya merasakan pegal di leher yang begitu hebat. Hingga pada akhirnya sekira pukul 23.00 WIB gadis manis itu merintih kesakitan dan keesokan harinya meninggal dunia.
(ysw)
Berita Terkait
Kasus Bocah Meninggal...
Kasus Bocah Meninggal Dunia di RS Kartika Husada Berakhir Damai
Kronologi Jari Bayi...
Kronologi Jari Bayi Putus Digunting Perawat di RS Palembang
Setahun Menanti, Bayi...
Setahun Menanti, Bayi 13 Bulan Diduga Korban Malapraktik Tak Kunjung Dapat Keadilan
Astaga! Jari Kelingking...
Astaga! Jari Kelingking Bayi 7 Bulan Dipotong Perawat hingga Putus
Jari Bayi Dipotong Perawat,...
Jari Bayi Dipotong Perawat, DPRD Panggil RS Muhammadiyah Palembang
Jari Bayi Putus Dipotong...
Jari Bayi Putus Dipotong Gunting, Perawat D Diperiksa Polisi
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved