Goda Istri Orang, Raja Jayanegara Dibunuh Tabib (Bagian-2)

Sabtu, 12 September 2015 - 05:00 WIB
Goda Istri Orang, Raja Jayanegara Dibunuh Tabib (Bagian-2)
Goda Istri Orang, Raja Jayanegara Dibunuh Tabib (Bagian-2)
A A A
Saat Gajah Mada masuk menjadi pasukan Bhayangkara, Kerajaan Majapahit diperintah Jayanegara yang masih belia (15). Jayanegara adalah putra sulung Raden Wijaya dengan Dara Petak putri Kerajaan Dharmasraya dari Melayu.

Sedangkan dua saudara Jayanegara yakni, Tribhuwanatunggadewi dan Dyah Wiyat Uri Rajadewi adalah anak Raden Wijaya dengan Gayatri Rajapatni. Kedua putri Gayatri tersebut masing-masing menjadi penguasa daerah Kahuripan dan Daha.

Saat itu suasana Kerajaan Majapahit masih kacau. Banyak pemberontakan. Bahkan raja harus mengungsi untuk menjaga keselamatan.

Adalah seorang tokoh mahapatih Majapahit yang bermulut culas, suka mengadu domba bahkan menghasut raja. Akibatnya, banyak rekan seperjuangan Raden Wijaya yang memberontak akibat tidak puas dengan kebijakan raja.

Bahkan saat pasukan Lembu Sora akan menyerahkan diri, begitu tiba di gerbang halaman kerajaan diserang pasukan Majapahit akibat hasutan mahapatih tadi. Lembu Sora yang merupakan pengikut Raden Wijaya pun tewas.

Mahapatih tadi mengincar kedudukan Nambi yang saat itu menjabat patih. Karena kedekatannya dengan Lembu Sora, jabatan Nambi kelak akan digantikan Lembu Sora karena sama-sama pengikut Raden Wijaya.

Namun Mahapatih tadi tidak terima. Dia meminta raja menghukum mati Lembu Sora karena telah membunuh Mahisa Anabrang dan juga menewaskan Ranggalawe. Padahal, raja sudah melupakan peristiwa tersebut.

Patih Nambi yang mengendus kelicikan Mahapatih pamit kepada raja menyambangi Raja Madura Arya Wiraraja.

Tapi, Nambi tak kembali ke Majapahit. Sebaliknya Nambi dan pasukannya membuat benteng pertahanan di Pejarakan, Lumajang, bersama pasukannya. Akhirnya, Nambi diserang dan dibunuh pasukan kerajaan Majapahit.

Pemberontakan terus berlanjut saat raja dipegang Jayanegara. Puncaknya, saat terjadi pemberontakan RA Kuti yang sulit dipadamkan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.0995 seconds (10.177#12.26)