Kemarau Panjang, Ribuan Warga Purwakarta Salat Minta Hujan

Kamis, 03 September 2015 - 20:52 WIB
Kemarau Panjang, Ribuan...
Kemarau Panjang, Ribuan Warga Purwakarta Salat Minta Hujan
A A A
PURWAKARTA - Ribuan warga di Kabupaten Purwakarta menggelar salat istisqa di Lapang Sahate, Jalan KK Singawinata, Kelurahan Negri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Salat memohon turunnya hujan itu dilakukan menyusul kemarau panjang yang melanda kawasan ini, hingga menyebabkan kekeringan yang cukup parah, terutama di beberapa daerah di Jawa Barat.

Kegiatan tersebut digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta bersama Pemkab Purwakarta. Jamaah salat istisqa berasal dari sejumlah elemen masyarakat, seperti ulama, santri, pelajar SMP-SMA, mahasiswa, PNS, anggota TNI/Polri dan masyarakat.

Di tengah terik matahari yang menyengat, salat istisqa dilakukan dengan sangat khusuk. Salat meminta hujan ini digelar pukul 13.00 WIB, dipimpin langsung oleh Ketua MUI Purwakarta Abun Bunyamin.

Setelah salat sunah digelar, para jamaah bersama-sama membacakan doa dengan harapan hujan segera turun. Dalam doanya, para jamaah diminta memohon ampun kepada Sang Pencipta atas semua dosa-dosanya.

"Kemarau sudah terjadi lebih dari enam bulan. Dampaknya terjadi kekeringan di beberapa daerah. Tidak hanya warga Purwakarta, di daerah lain di Jawa Barat juga mengalami kekeringan," kata Abun Bunyamin, Kamis (3/9/2015).

Ditambahkan dia, dalam salat itu, seluruh warga Kabupaten Purwakarta berdoa sungguh-sungguh agar Allah menurunkan hujan, dan kekeringan yang selama ini dialami warga bisa segera berakhir.

Tidak hanya hanya di Lapangan Sahate, salat minta hujan ini serentak digelar di sejumlah kelurahan/desa di beberapa kecamatan di Purwakarta. Seperti di Kecamatan Sukatani, dan Kiarapedes.

Sementara itu, Iyus (32), salah satu jamaah mengakui, kemarau yang terjadi tahun ini memang cukup ekstrim. Beberapa daerah subur di Purwakarta juga mulai kesulitan air. Apalagi, daerah tersebut merupakan langganan kekeringan.

"Ktu, kekeringan menyebabkan sejumlah areal pertanian mengalami gagal panen atau puso. Kami berdoa mudah-mudahan kemarau segera berakhir dan segera turun hujan," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
25 menit yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
1 jam yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
8 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
10 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
10 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
10 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved