Dari Kuburan China Sampai Jadi Pusat Tongkrongan Anak Muda
Minggu, 23 Agustus 2015 - 10:42 WIB
Dari Kuburan China Sampai Jadi Pusat Tongkrongan Anak Muda
A
A
A
MEDAN Plaza yang terletak di Jalan Iskandar Muda adalah pusat perbelanjaan modern atau plaza pertama di Kota Medan. Bangunan tersebut telah berdiri sekitar 1983.
Bangunan dengan jumlah lima lantai tersebut berdiri di atas lahan kurang lebih 1.7 hektare (ha) merupakan Hak Pengelolaan Lahan (HPL )1 Pemko Medan, atau di dalam dokumen Pemko Medan termasuk di dalam HPL Petisah Tengah yang letaknya mulai dari Bundaran Majestik sampai Iskandar Muda. “Medan Plaza itu plaza tertua di Medan.
Kalau tidak salah, mulai dibangun 1983,” ucap mantan Kepala Bagian Umum Setdako Medan Abdullah Matondang kepada KORAN SINDO MEDAN ,Sabtu (22/8). Abdullah menceritakan, sebelum bangunan Medan Plaza berdiri, lahan tersebut merupakan kawasan kuburan China.
Namun, sekitar 1980, Pemko Medan bekerja sama dengan Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan)–suatu komando teritori untuk pembinaan dan operasional pertahanan dan keamanan–untuk memanfaatkan lahan tersebut. Lalu Kowilhan menggandeng PT Sanjay Utama untuk melakukan pemindahan kuburan China ke kawasan Deli Tua.
Selanjutnya PT Sanjay Utama membangun sejumlah ruko di kawasan tersebut untuk dijual dan Medan Plaza. “Kalau sekarang saya tidak tahu lagi, apakah masih PT Sanjay Utama yang mengelola atau tidak. Saya rasa tidak. Soalnya mereka hanya membangun dan menjualnya kepada orang pribadi untuk ruko.”
“Sedangkan Plaza Medan itu pihak lain yang mengelola. Jadi, lahannya milik pemko, bangunannya milik pribadi,” jelasnya. Hanya saja, kata Abdullah, setahu dia, sampai sekarang belum ada sertifikat dalam bentuk apapun seperti hak guna bangun (HGB) maupun hak pakai. “Mereka belum mengurus status bangunanbangunan di kawasan itu,” ucapnya.
Dia menambahkan, bangunan fisik Medan Plaza tersebut tidak pernah berubah dari tahun ke tahun meskipun persaingan semakin tinggi. Plaza-plaza lainnya mulai muncul, namun Medan Plaza tetap mempertahankan ciri khas dan kesederhanaannya dan siap bersaing dengan plaza lainnya. Mungkin pengelola paham, mereka punya pangsa pasar sendiri.
“Sejak terbakar pertama kali di sekitar 1990-an, bangunannya tidak berubah. Pengelola hanya merenovasi yang terbakar saja. Tidak ada perubahan fisik. Mungkin mereka ingin mempertahankan ciri khasnya,” tambahnya. Plaza yang dulu sempat menjadi pusat tongkrongan anak muda Kota Medan itu telah mengalami empat kali kebakaran. Pertama 1990-an.
Kebakaran ini termasuk besar. Hampir menghabiskan setengah bangunan. Sedangkan yang kedua dan ketiga di sekitar 2008 dan 2014, kebakaran terjadi hanya kebakaran kecil. Sedangkan terakhir 22 Agustus 2015. “Kebakaran terbesar di Medan Plaza, ya sekitar 1990-an. Pastinya saya lupa. Baru sekarang ini,” ucap Lili, warga yang tinggal di kawasan Jalan Orion.
Sepanjang beroperasinya bangunan tersebut, Medan Plaza memiliki cerita tersendiri. Bisa dikatakan berbahagialah mereka yang pernah datang ke sana. Plaza tertua dengan sejumlah cerita. Meskipun empat kali mengalami kebakaran, namun plaza ini tidak pernah kehilangan pengunjung dan tetap eksis meskipun tidak seramai di era 1990-an.
Diera 1990-an lokasi ini menjadi lokasi anak-anak muda Meda berkumpul. Beberapa tempat nongkrong yang ramai dikunjungi dulunya antara lain, Morkshop merupakan toko atau outlet menjual baju bagi penggemar musik metal dan berbagai pernak-perniknya. Selain itu, ada outlet Planet Lazer yang merupakan sarana permainan menembak laser atau pistol cat dan Time Zone.
Terakhir adalah Bioskop 21. Tentu saja bagi kalangan anak muda Medan Plaza adalah lokasi yang strategis, murah meriah dan tidak tidak memberatkan pengunjungnya. Namun, semua itu tinggal cerita. Beberapa tempat yang menjadi favorit juga sudah tutup atau pindah. Medan Plaza kini tinggal puing setelah dilahap si jago merah.
Reza shahab
Bangunan dengan jumlah lima lantai tersebut berdiri di atas lahan kurang lebih 1.7 hektare (ha) merupakan Hak Pengelolaan Lahan (HPL )1 Pemko Medan, atau di dalam dokumen Pemko Medan termasuk di dalam HPL Petisah Tengah yang letaknya mulai dari Bundaran Majestik sampai Iskandar Muda. “Medan Plaza itu plaza tertua di Medan.
Kalau tidak salah, mulai dibangun 1983,” ucap mantan Kepala Bagian Umum Setdako Medan Abdullah Matondang kepada KORAN SINDO MEDAN ,Sabtu (22/8). Abdullah menceritakan, sebelum bangunan Medan Plaza berdiri, lahan tersebut merupakan kawasan kuburan China.
Namun, sekitar 1980, Pemko Medan bekerja sama dengan Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan)–suatu komando teritori untuk pembinaan dan operasional pertahanan dan keamanan–untuk memanfaatkan lahan tersebut. Lalu Kowilhan menggandeng PT Sanjay Utama untuk melakukan pemindahan kuburan China ke kawasan Deli Tua.
Selanjutnya PT Sanjay Utama membangun sejumlah ruko di kawasan tersebut untuk dijual dan Medan Plaza. “Kalau sekarang saya tidak tahu lagi, apakah masih PT Sanjay Utama yang mengelola atau tidak. Saya rasa tidak. Soalnya mereka hanya membangun dan menjualnya kepada orang pribadi untuk ruko.”
“Sedangkan Plaza Medan itu pihak lain yang mengelola. Jadi, lahannya milik pemko, bangunannya milik pribadi,” jelasnya. Hanya saja, kata Abdullah, setahu dia, sampai sekarang belum ada sertifikat dalam bentuk apapun seperti hak guna bangun (HGB) maupun hak pakai. “Mereka belum mengurus status bangunanbangunan di kawasan itu,” ucapnya.
Dia menambahkan, bangunan fisik Medan Plaza tersebut tidak pernah berubah dari tahun ke tahun meskipun persaingan semakin tinggi. Plaza-plaza lainnya mulai muncul, namun Medan Plaza tetap mempertahankan ciri khas dan kesederhanaannya dan siap bersaing dengan plaza lainnya. Mungkin pengelola paham, mereka punya pangsa pasar sendiri.
“Sejak terbakar pertama kali di sekitar 1990-an, bangunannya tidak berubah. Pengelola hanya merenovasi yang terbakar saja. Tidak ada perubahan fisik. Mungkin mereka ingin mempertahankan ciri khasnya,” tambahnya. Plaza yang dulu sempat menjadi pusat tongkrongan anak muda Kota Medan itu telah mengalami empat kali kebakaran. Pertama 1990-an.
Kebakaran ini termasuk besar. Hampir menghabiskan setengah bangunan. Sedangkan yang kedua dan ketiga di sekitar 2008 dan 2014, kebakaran terjadi hanya kebakaran kecil. Sedangkan terakhir 22 Agustus 2015. “Kebakaran terbesar di Medan Plaza, ya sekitar 1990-an. Pastinya saya lupa. Baru sekarang ini,” ucap Lili, warga yang tinggal di kawasan Jalan Orion.
Sepanjang beroperasinya bangunan tersebut, Medan Plaza memiliki cerita tersendiri. Bisa dikatakan berbahagialah mereka yang pernah datang ke sana. Plaza tertua dengan sejumlah cerita. Meskipun empat kali mengalami kebakaran, namun plaza ini tidak pernah kehilangan pengunjung dan tetap eksis meskipun tidak seramai di era 1990-an.
Diera 1990-an lokasi ini menjadi lokasi anak-anak muda Meda berkumpul. Beberapa tempat nongkrong yang ramai dikunjungi dulunya antara lain, Morkshop merupakan toko atau outlet menjual baju bagi penggemar musik metal dan berbagai pernak-perniknya. Selain itu, ada outlet Planet Lazer yang merupakan sarana permainan menembak laser atau pistol cat dan Time Zone.
Terakhir adalah Bioskop 21. Tentu saja bagi kalangan anak muda Medan Plaza adalah lokasi yang strategis, murah meriah dan tidak tidak memberatkan pengunjungnya. Namun, semua itu tinggal cerita. Beberapa tempat yang menjadi favorit juga sudah tutup atau pindah. Medan Plaza kini tinggal puing setelah dilahap si jago merah.
Reza shahab
(ars)