Isap Sabu Bersama Wanita Cantik, PNS Diciduk saat Karaoke
Rabu, 12 Agustus 2015 - 22:04 WIB
Isap Sabu Bersama Wanita Cantik, PNS Diciduk saat Karaoke
A
A
A
SEMARANG - Setya Aji Wijayanto (37) seorang PNS diciduk petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah saat tengah asyik berkaraoke.
Sebab, dia terbukti positif mengonsumsi sabu – sabu saat dites urine. Selain itu, didapati pula barang bukti 0,64 gram sabu – sabu dari tangannya.
Informasi yang didapat warga Jalan Merdeka Utara B/12, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga ini adalah PNS di bidang perpajakan yang berkantor di Gedung Papak alias Gedung Keuangan Negara (GKN) dekat Jembatan Berok, Kawasan Kota Lama Semarang.
Setya terjaring operasi saat berkaraoke di Virgo, Kawasan Siranda, Jalan Diponegoro, Kota Semarang, Rabu (12/8/2015) dini hari. Sabu itu disembunyikan di tas ransel yang dibawanya terus.
“Dia mengaku dapat (sabu – sabu) dari membeli,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, di sela – sela razia.
Saat razia, beberapa petugas dari Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro juga ikut. PNS yang kedapatan positif sabu itu awalnya mencoba berkelit.
Dari beberapa pengunjung dan pemandu karaoke yang dites urine, dia terakhir. Saat berkaraoke dia mengenakan jaket warna cokelat.
“Saya awasi terus saat ke kamar mandi. Dia sempat ngomong kalau susah (kencing). Akhirnya saya desak terus, kalau tidak segera bisa lama. Karena dia ini yang terakhir,” kata salah satu anggota PM itu.
Setelah urine di tes, ternyata betul. Hasilnya positif mengandung metamfetamina alias senyawa yang biasa terkandung di narkoba jenis sabu – sabu.
Dia diinterogasi tertutup oleh petugas BNNP Jateng di ruang karaoke sebelum digelandang ikut petugas.
Razia mulai dilakukan Selasa malam lalu. Ada dua tempat karaoke lain yang dirazia, Locus Karaoke di Jalan Brigjen Sudiarto, Gayamsari dan Executive Club di Jalan MT Haryono Kota Semarang.
Suprinarto menambahkan, ada satu lagi pria yang ikut diangkut petugas karena urine positif mengandung senyawa metamfetamina.
Laki – laki itu berkelit sedang mengonsumsi obat maag. Namun petugas tak langsung percaya, sehingga dibawa ke kantor untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Mulai Selasa malam sampai Rabu dini hari, setidaknya ada 200 orang yang kami tes urine,” tandasnya.
Sebab, dia terbukti positif mengonsumsi sabu – sabu saat dites urine. Selain itu, didapati pula barang bukti 0,64 gram sabu – sabu dari tangannya.
Informasi yang didapat warga Jalan Merdeka Utara B/12, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga ini adalah PNS di bidang perpajakan yang berkantor di Gedung Papak alias Gedung Keuangan Negara (GKN) dekat Jembatan Berok, Kawasan Kota Lama Semarang.
Setya terjaring operasi saat berkaraoke di Virgo, Kawasan Siranda, Jalan Diponegoro, Kota Semarang, Rabu (12/8/2015) dini hari. Sabu itu disembunyikan di tas ransel yang dibawanya terus.
“Dia mengaku dapat (sabu – sabu) dari membeli,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, di sela – sela razia.
Saat razia, beberapa petugas dari Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro juga ikut. PNS yang kedapatan positif sabu itu awalnya mencoba berkelit.
Dari beberapa pengunjung dan pemandu karaoke yang dites urine, dia terakhir. Saat berkaraoke dia mengenakan jaket warna cokelat.
“Saya awasi terus saat ke kamar mandi. Dia sempat ngomong kalau susah (kencing). Akhirnya saya desak terus, kalau tidak segera bisa lama. Karena dia ini yang terakhir,” kata salah satu anggota PM itu.
Setelah urine di tes, ternyata betul. Hasilnya positif mengandung metamfetamina alias senyawa yang biasa terkandung di narkoba jenis sabu – sabu.
Dia diinterogasi tertutup oleh petugas BNNP Jateng di ruang karaoke sebelum digelandang ikut petugas.
Razia mulai dilakukan Selasa malam lalu. Ada dua tempat karaoke lain yang dirazia, Locus Karaoke di Jalan Brigjen Sudiarto, Gayamsari dan Executive Club di Jalan MT Haryono Kota Semarang.
Suprinarto menambahkan, ada satu lagi pria yang ikut diangkut petugas karena urine positif mengandung senyawa metamfetamina.
Laki – laki itu berkelit sedang mengonsumsi obat maag. Namun petugas tak langsung percaya, sehingga dibawa ke kantor untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Mulai Selasa malam sampai Rabu dini hari, setidaknya ada 200 orang yang kami tes urine,” tandasnya.
(sms)