TPKS Terus Pacu Migrasi Sistem Online Job Order

Rabu, 05 Agustus 2015 - 09:11 WIB
TPKS Terus Pacu Migrasi...
TPKS Terus Pacu Migrasi Sistem Online Job Order
A A A
SEMARANG - Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) terus memacu migrasi sistem dari manual melalui loket pengajuan ekspor dan impor ke job order online .

General Manager TPKS Erry Akbar Panggabean mengatakan sistem job order online sudah diujicobakan sejak 1 Juli 2015. Meski belum sepenuhnya bisa dilakukan, pihaknya optimistis sistem baru tersebut akan dapat berjalan dengan baik. “Memang migrasi suatu sistem akan membutuhkan waktu untuk prosesnya, karena ini mengubah kebiasaan yang selama ini ada dengan cara manual, menjadi ke suatu sistem yang terkomputerisasi,” katanya kemarin.

Dia mengaku ada beberapa kendala terjadi, tapi hal itu normal saja karena memang sistem baru. Akan tetapi, TPKS selalu terbuka menerima saran, kritik, dan keluhan dari para pengguna jasanya.

Sistem yang ada sekarang juga terkoneksi dengan sistem yang dimiliki oleh Bea Cukai KPPBC Tanjung Emas, sehingga ini tentu akan mempercepat proses custom sehingga barang bisa cepat keluar/masuk TPKS yang mana akan mengurangi dwelling time yang ada. “Per Juli 2015 lalu, dwelling time TPKS sudah sekitar 4,4 hari,” ujarnya.

Erry menegaskan sistem online akan lebih baik dan mempercepat proses operasionalisasi bongkar muat di TPKS. Sementara itu, pascalibur Lebaran, kondisi bongkar muat peti kemas di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) TPKS mulai menggeliat kembali. Mulai 16 Juli 2015 lalu TPKS libur karena memang tidak ada call kapal sampai 21 Juli 2015.

Kapal pertama yang datang 21 Juli 2015 lalu, diikuti oleh kapal-kapal peti kemas lain setelahnya, membuat aktivitas perekonomian dan bongkar muat di TPKS normal kembali. Manajer Operasi TPKS Edy Sulaksono menyatakan, Juli lalu TPKS mencetak angka 35.682 TEUs, lebih rendah dari capaian bulan Juni yang sebesar 55.325 TEUs.

Hal ini dikarenakan turunnya jumlah impor ke Jawa Tengah dan DIY pada Juli 2015 ini yang hanya sekitar 14.592 TEUs, cukup drastis dari angka impor Juni 2015 yang bisa mencapai 28.200 TEUs. “Pada bulan Juli terjadi penurunan karena libur Lebaran, sehingga tidak ada schedule kunjungan kapal pada waktu itu,” katanya.

Andik sismanto
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
3 menit yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
32 menit yang lalu
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
42 menit yang lalu
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
51 menit yang lalu
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
1 jam yang lalu
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
1 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved