Raja Sri Indrawarman, Penguasa Nusantara Pertama yang Memeluk Islam

Senin, 27 Juli 2015 - 05:00 WIB
Raja Sri Indrawarman,...
Raja Sri Indrawarman, Penguasa Nusantara Pertama yang Memeluk Islam
A A A
Maharaja Sriwijaya Sri Indrawarman atau juga dikenal sebagai Sri Indravarman, merupakan salah satu penguasa di nusantara pertama yang diyakini telah memeluk Agama Islam.

Bukti kedekatan sang maharaja terhadap Islam, salah satunya Sri Indrawarman pernah berkirim surat kepada penguasan Islam diantaranya Khalifah Umar bin Abdul-Aziz dari Bani Umayyah pada 718.

Sebelumnya Sri Indrawarman juga pernah mengirimkan surat kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan, Khalifah pertama dari Bani Umayyah.

Surat pertama ditemukan dalam lemari arsip Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Umar, yang disampaikan kepada Abu Ya’yub Ats-Tsaqofi, yang kemudian disampaikan lagi kepada Al-Haytsam bin Adi. Yang mendengar surat itu Lori AI-Haytsam menceriterakan kembali pendahuluan surat tersebut.

“Dari Raba Al-Hind yang kandang binatangnya berisikan seribu gajah, (dan) yang istananya terbuat dari emas dan Perak, yang dilayani putri raja-raja, dan yang memiliki dua sungai besar yang mengairi pohon gaharu, kepada Muawiyah….

Sementara surat kedua lebih lengkap karena terdapat pembukaan dan isi, terdapat dalam buku Ibnu Abdul Rabbih Al Iqd al Farid ditujukan untuk Khalifah Umar bin Abdul Azis memperlihatkan betapa mewahnya maharaja dan kerajaannya.

Berikut isi suratnya : "Dari Raja sekalian para raja yang juga adalah keturunan ribuan raja, yang isterinya pun adalah cucu dari ribuan raja, yang kebun binatangnya dipenuhi ribuan gajah, yang wilayah kekuasaannya terdiri dari dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang aroma harumnya menyebar hingga 12 mil. Kepada Raja Arab yang tidak menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah. Aku telah mengirimkan kepadamu bingkisan yang tak seberapa sebagai tanda persahabatan. Kuharap engkau sudi mengutus seseorang untuk menjelaskan ajaran Islam dan segala hukum-hukumnya kepadaku."— Surat Maharaja Sriwijaya, Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Sementara Ibnu Taghribirdi dalam bukunya al Nujum al Zahirah fi Muluk Misr wa al Qahirah mempunyai tambahan untuk akhir surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz tersebut yaitu berbunyi :

"Saya mengirim hadiah jebat (musk), batu ratna, dupa dan barus. Terimalah dari saudara Islammu, ".

Menurut Azyumardi Azra (2006) dalam bukunya Islam in the Indonesian World, Mizan Pustaka, diperkirakan surat di atas diterima Khalifah Umar bin Abdul Aziz sekitar tahun 100 H atau 717 M.

Di mana penguasa Sriwijaya saat itu adalah Sri Indrawarman. Khalifah Umar bin Abdul-Aziz sendiri kemungkinan besar memberikan hadiah untuk utusan Sriwijaya dan mereka kembali dengan membawa hadiah zanji (budak wanita berkulit hitam).

Membaca surat Maharaja Siwijaya tersebut menyatakan bahwa sang raja sangat percaya diri dan penuh rasa keingintahuan mengenai segala perkembangan dunia internasional kala itu.

Di mana salah satunya adalah Agama Islam yang baru muncul pada waktu itu. Karena, para pelaut dan pedagang Sriwijaya (dan Nusantara lainnya) telah menjalin hubungan perniagaan dengan pedagang Timur Tengah, India, dan Cina, dengan Selat Malaka sebagai jalur sutra.

Selain itu, di masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, Daulah Islamiyah juga telah mengirim duta-duta resminya ke berbagai pusat peradaban di seberang lautan seperti Tiongkok dan Sriwijaya, yang dalam pengucapan lidah mereka disebutnya sebagai Zabqj atau Sribuza.

Menurut Prof Dr Hamka dalam bukunya Sejarah Umat Islam disebutkan, pada sekitar 717 Masehi, diberitakan ada sebanyak 35 kapal perang dari Dinasti Umayyah hadir di Sriwijaya. Hal ini semakin mempercepat perkembangan Islam di Sriwijaya.

Lalu pada 718 M, Sri Indrawarman akhirnya mengucap dua kalimat syahadat. Sejak itu kerajaannya disebut orang sebagai “Kerajaan Sribuza yang Islam”.

Kemudian Sriwijaya membolehkan warganya yang memeluk agama Islam hidup dalam damai dan memiliki perkampungannya sendiri di mana di dalamnya berlaku syariat Islam. Jadi semacam daerah istimewa.

Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Buddha dan Muslim sekaligus.

Menurut Mid Jamal dalam bukunya Manyigi Tambo Alam Minangkabau, pada 730 Sri Indrawarman terbunuh dalam suatu revolusi Istana.

Keluarganya mengungsi ke pedalaman Minangkabau mendirikan kerajaan di Sungaiang berseberangan dengan Kerajaan Darmasraya di Pulau Punjung atau Sungai Dareh yang beragama Budha. Wallahualam bisawab

Sumber :
-wacananusantara.org.
-wa-iki.blogspot.
-wikipedia dan diolah dari berbagai sumber
(sms)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
3 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
4 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
5 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
5 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
7 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved