Kebakaran Gunung Guntur di Garut Meluas

Senin, 20 Juli 2015 - 11:27 WIB
Kebakaran Gunung Guntur...
Kebakaran Gunung Guntur di Garut Meluas
A A A
GARUT - Kebakaran lahan di Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat meluas. Semula, petugas menerima informasi lahan yang terbakar seluas 3 hektar.

"Saat ini lahan yang terbakar mencapai 30 hektar. Keadaannya masih terbakar, belum padam," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Zakaria.

Lahan yang terbakar terletak di Blok Citiis, sebuah kawasan yang memiliki kemiringan curam.

"Penyebab meluasnya kebakaran ini bisa disebabkan oleh tiupan angin, bisa juga karena alang-alang yang kering di musim kemarau mudah terbakar. Sehingga api dapat dengan mudah terbakar," jelasnya. (Baca: Gunung Guntur Terbakar, Puluhan Pendaki Terjebak)

Petugas BKSDA, tambah Dadi, tengah berupaya memadamkan api dengan menyiapkan pompa untuk mengatasi kebakaran. Upaya lain adalah menyekat api dengan dibantu masyarakat.

"Untuk pemadaman, teman-teman dari BKSDA sudah berupaya, di antaranya menyiapkan pompa," imbuhnya.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran lahan di Gunung Guntur. Kebakaran lahan pada salah satu gunung api aktif di Garut ini memang rawan terjadi pada setiap musim kemarau.

Beberapa waktu lalu, pihak BKSDA sempat melakukan investigasi terkait sejumlah kebakaran lahan yang melanda gunung ini pada 2014 lalu.

Kepala Seksi BKSDA Wilayah V Jawa Barat Toni Ramdani mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan ternyata cukup mengejutkan.

Pasalnya, kebakaran yang kerap terjadi di Gunung Guntur bukan akibat faktor alami, melainkan disengaja oleh perbuatan manusia.

"Indikasi kebakaran secara alami di tahun 2014 tidak ada sama sekali. Yang ada, kebakaran terjadi secara disengaja dan tidak disengaja," ucapnya.

Toni menerangkan, tidak disengaja dalam sebuah kejadian kebakaran contohnya ada orang yang membuang puntung rokok sembarang dan pembersihan ladang dengan cara dibakar sehingga terjadi loncatan api.

Hal ini dikarenakan posisi kawasan sangat rentan dengan batas kawasan dengan lahan milik masyarakat.

"Tidak adanya pembatas antara lahan milik dengan kawasan menjadi salah satu penyebab utamanya. Kebakaran memang tidak selalu terjadi setiap tahun meski kemarau melanda," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
5 Pelajar Madrasah Aliyah...
5 Pelajar Madrasah Aliyah Tersesat di Gunung Guntur Garut
Mendaki Bersama 13 Temannya,...
Mendaki Bersama 13 Temannya, Pendaki Asal Garut Hilang di Gunung Guntur
5 Tim SAR Sisir Gunung...
5 Tim SAR Sisir Gunung Guntur, Pendaki Asal Garut Masih Misteri
Gibran Langsung Dirawat...
Gibran Langsung Dirawat di Puskesmas Usai Ditemukan Selamat di Gunung Guntur
Suara Gemuruh Diduga...
Suara Gemuruh Diduga dari Gunung Guntur Hebohkan Garut, Ini Penjelasan PVMBG
Kedinginan dan Tersesat...
Kedinginan dan Tersesat di Gunung Guntur Garut, 5 Pemuda Minta Dievakuasi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
5 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved