Yogya Semakin Jauh dari Kota Budaya dan Pendidikan

Rabu, 15 Juli 2015 - 14:55 WIB
Yogya Semakin Jauh dari...
Yogya Semakin Jauh dari Kota Budaya dan Pendidikan
A A A
YOGYAKARTA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai semakin jauh dari kota wisata yang berbudaya dan berpendidikan. Hal itu terjadi karena belum adanya regulasi yang mengatur para investor yang masuk dalam bidang pariwisata.

Peneliti Ekonomi Kerakyatan Istianto Ari Wibowo dari Mubyarto Institute mengatakan, sudah menjadi suatu keharusan bahwa pemerintah daerah dalam mengatur objek-objek wisata.

"Kota kita itu kota wisata. Dalam rangka pengembangan wisata itu, jangan sampai hanya berkembang secara privat," kata dia, kepada wartawan, Rabu (15/7/2015).

Menurutnya, kondisi DIY sudah cukup berbahaya, terutama setelah kedatangan investor atau pihak swasta yang ikut dalam menanamkan modalnya ke suatu objek wisata. Hal ini berdampak pada keuntungan masyarakat yang tak maksimal.

"Masih terlalu mudah investor menanamkan modal di sini (Yogya). Jadi dalam pengembangan wisatanya pun terserah mereka, mereka mempunyai kekuatan dari berapa banyak modal yang dimilikinya," tuturnya.

Apalagi, dengan semakin tumbuh suburnya mall, serta hotel. Semakin membuat Yogya menjauh dari nilai budaya dan pendidikannya. Satu contoh lain yaitu wisata Watu Kodok, di Kabupaten Gunungkidul.

"Jadi Yogya itu bukannya mendekat, tapi menjauh dari wisata yang bernilai budaya dan pendidikan," katanya.

Ke depannya, masalah seperti ini pun harus segera teratasi. Jangan sampai semua orang terus berlomba untuk mengeksploitasi tanah Yogya.

"Kalau bicara mengenai wisata yang berpendidikan dan berbudaya, harus dipikirkan oleh semua pihak. Kalau dibiarkan sesuai mekanisme pasar, pada akhirnya tidak karuan," ucapnya.

Paling tidak, mulai melakukan kajian peraturan batasan investor dari luar daerah dalam menanamkan modalnya. "Investor menanam modal boleh tidak sih? Kalau boleh bagaimana syaratnya? Pengelolaannya tergantung negara dan masyarakat," katanya.

Apalagi, saat ini juga mulai bermunculan wisata-wisata baru. Baik di Gunungkidul, Bantul, Sleman. Misalkan, lava bantal yang ada di Kecamatan Berbah, Sleman.

Salah satu pengelolanya, Purnama yang juga anggota kelompok sadar wisata (darwis) setempat mengatakan, wisata ini memang masih belum secara resmi dibuka. Masyarakat setempat sejauh ini baru memberikan tarif parkir saja.

Sebab sudah semakin banyak orang berkunjung ke tempat ini. Regulasi atau aturan akan diapakan tempat ini pun masih sebatas rencana saja. "Untuk pemasukan kelompok darwis kita, baru karcis parkir saja. Kalau untuk tiket masih belum," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Dalang Kondang Ki Seno...
Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia di Yogyakarta
Ini Profil Dalang Ki...
Ini Profil Dalang Ki Seno Nugroho yang Meninggal Dunia di Yogyakarta
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Pekan Kebudayaan Nasional...
Pekan Kebudayaan Nasional 2020 Bakal Libatkan 4,791 Seniman
Berita Terkini
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 menit yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
3 jam yang lalu
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
3 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved