Kisah Raden Mat Tahir Jambi Menyerang Kapal Perang Belanda

Senin, 20 Juli 2015 - 05:00 WIB
Kisah Raden Mat Tahir...
Kisah Raden Mat Tahir Jambi Menyerang Kapal Perang Belanda
A A A
RADEN Mat Tahir atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Mat Tahir Jambi merupakan salah satu pejuang Jambi yang terkenal keberaniannya melawan penjajah Belanda.

Salah satu kisah Perjuangan Raden Mat Tahir yang terkenal ialah saat ia dan pasukannya menyerbu kapal perang Belanda dan merampas senjata untuk perang gerilya melawan Belanda.

Di awal tahun 1900 Raden Mat Tahir bersama Pangeran Maaji gelar Pangeran Karto di Tanjung Penyaringan melakukan penyerangan terhadap konvoi 8 jukung Belanda yang ditarik oleh kapal Musi.

Kapal Musi dan jukung Belanda membawa senjata, perlengkapan perang, dan perbekalan, untuk dibawa dari Muara tembesi menuju Sarolangun.

Persenjataan ini diperuntukkan Belanda untuk membantu militer Belanda yang sedang bertempur di benteng Tanjung Gagak. Pasukan Raden Mat Tahir dan Pangeran Karto serta Panglima Tudak Alam dari Mentawak menyerang iringan jukung dan kapal Musdi Belanda.

Semua serdadu Belanda mati terbunuh dan semua senjata berhasil dirampas. Pegawai paksa dari Palembang dan Jawa menyerah diri dan meminta perlindungan pada pasukan Raden Mat Tahir.

Setelah penyerangan terhadap Kapal Musi dan 8 jukung ini di Tanjung Penyaringan menyebabkan nama Raden Mat Tahir sangat terkenal di masyarakat dan tentara Belanda.
Setelah itu berkembanglah berbagai cerita dan mitos kehebatan Raden Mat Tahir.

Senjata rampasan itu sebagaian dikirimkan oleh Raden Mat Tahir ke Tanah garo, ke Merangin, Bangko Pintas, dan juga ke Tabir.

Kabar keberhasilan Raden Mat Tahir ini sampai juga di telinga residen Belanda di Palembang, ia sangat murka dan marah.

Masih Dalam tahun 1901, pasukan Raden Mat Tahir melakukan penyerangan lagi terhadap pasukan Belanda di Sungai Bengkal. Disini Raden Mattaher banyak merampas senjata Belanda dan karaben.

Dari Sungai Bengkal pasukan Raden Mat Tahir dibantu pasukan Raden Usman dan Puspo Ali terus begerak menyerang Belanda di Merlung. Dari Merlung pasukan Raden Mat Tahir terus bergerak ke Labuhan Dagang, Tungkal Ulu.

Dari Tungkal Ulu pasukan Raden Mat Tahir bersama 40 orang pasukannya lewat Pematang Lumut bergerak menuju Sengeti, lalu menuju Pijoan.

Di Pijoan bivak Belanda diserang, pasukan Raden Mat Tahir memperoleh banyak senjata kerabin. Oleh Raden Pamuk gelar Panglima Panjang Ambur senjata itu diangkut ke Jelatang.

Lalu kegaduhan timbul dikalangan pasukan Belanda di Kota Jambi dan Muara Bulian.

Kemudian Pasukan Raden Mat Tahir, Raden Pamuk dan Raden Perang gelar Panglima Tangguk Mato Alus pada pertengahan April 1901 bergerak atau menyerang Pos Pasukan Belanda di Banyu Lincir (Bayung Lincir).

Penyerangan terhadap Banyu Lincir merupakan gabungan pasukan Raden Mat Tahir, Raden Pamuk, dan pasukan Suku Anak Dalam dari Bahar, pimpinan Raden Perang.

Kepala Bea Cukai dan pengawalnya mati terbunuh. Banyak senjata pendek Belanda dapat dirampas.

Pada penyerangan itu uang sebesar 5.000 golden dan uang 30.000 ringgit cap tongkat di dalam brangkas milik perusahaan minyak berhasil dirampas pasukan Raden Mat Tahir.

Pati kas baja berisi uang tersebut dibawa oleh Suku Anak dalam ke Bahar dan lalu dibongkar. Dalam penyerangan itu seorang pasukan Raden Mat Tahir tewas dan 3 orang luka-luka. Peranan Suku Anak Dalam pada penyerangan Banyu Lincir sangat besar jasanya.

Tahun 1902 Pasukan Raden Mat Tahir di Tanjung Gedang Sungai Alai melakukan penyerangan terhadap 30 buah perahu jukung berisi serdadu Belanda. Perahu jukung berhasil di tenggelamkan dan semua serdadu Belanda mati terbunuh.

Setibanya pasukan Raden Mat Tahir di Sungai Alai, secara kebetulan perang sedang berlangsung dipimpin Panglima Maujud, Panglima Suto, Panglima Itam dari Tanah Sepenggal, Rio Air Gemuruh, Rio Gereman Tembago, dari Teluk Panjang, yang telah bertempur lebih dahulu melawan Belanda.

Masyarakat di sekitarnya tidak berani mengambil air minum di sungai Batang Tebo karena banyaknya mayat pasukan Belanda yang terapung dan membusuk.

Setelah pertempuran di Sungai Alai, lalu pasukan Raden Mat Tahir terus bergerak menuju Jambi, khususnya akan menyerang Belanda di Muara Kumpeh.

Perang Kumpeh adalah perang yang berkepanjangan dari tahun 1890-1906. Perang Kumpeh adalah perang yang panjang dan lama.

Raden Mat Tahir terlibat secara langsung dalam perang Kumpeh tahun 1902 yakni menyerang Kapal Belanda di Sungai Kumpeh.

Pasukan Raden Mat Tahir dibantu Raden Seman, Raden Pamuk, Raden Perang, kepala kampung yang masih hidup, dari Marosebo Ilir, dan dari Jambi Kecil.

Kapal Belanda yang diserang itu adalah kapal perang yang baru datang dari Palembang. Konon kabarnya keberhasilan ini berkat bantuan jasa seorang jurus mesin kapal bernama Wancik yang merusak mesin kapal sehingga tidak mampu berjalan.

Juru mesin ini adalah seorang keturunan Palembang yang bersimpati dengan perjuangan Jambi. Keberhasilan Raden Mat Tahir menyerang kapal perang Belanda ini, maka Raden Mat Tahir diberi gelaran sebagai Singo Kumpeh.

Sumber:

Melangun.Wordpres, diolah dari berbagai sumber
(nag)
Berita Terkait
Senjata Pemusnah Massal...
Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Prasasti Gondang, Situs...
Prasasti Gondang, Situs Peninggalan Kerajaan Singosari yang Usang
Gua Napalicin, Legenda...
Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam
Kisah Pemberontakan...
Kisah Pemberontakan Rakyat Jambi terhadap Penjajah Belanda
Kisah Kampung Adat Seribu...
Kisah Kampung Adat Seribu Gonjong, Pernah Ditinggali Syafruddin Prawiranegara
Kisah Pohon Cengkeh...
Kisah Pohon Cengkeh Tertua di Dunia yang Selamat dari Pemusnahan Belanda
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
beberapa waktu yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved