Oknum Polisi Umbar Tembakan Menakuti Warga

Rabu, 08 Juli 2015 - 03:04 WIB
Oknum Polisi Umbar Tembakan...
Oknum Polisi Umbar Tembakan Menakuti Warga
A A A
KOTAPINANG - Seorang oknum polisi yang bertugas mengawasi pengangkutan timbunan tanah milik pengusaha mengumbar tembakan sebanyak lima kali untuk menakut-nakuti warga.

Aksi koboi ini dilakukan oknum tersebut saat warga berusaha menghentikan truk di Jalan Kalapane Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Senin 6 Juli malam.

Penghentian truk dilakukan warga karena sang pengusaha pengangkutan tanah itu, tidak menepati janji untuk menyiram jalan agar tidak menimbulkan debu.

Aksi penutupan jalan itu membuat cekcok antara warga dan pengawas pengangkutan jalan.
Saat itulah muncul aksi bak koboi dilakukan oknum polisi yang diduga bertugas di Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Akibatnya sontak membuat warga marah dan melempari truk pengangkut tanah yang melintas malam itu.

Sebab, warga tidak dapat menerima perlakuan yang mengumbar tembakan senjata api yang menakut-nakuti warga.

Salah seorang yang turut berupaya menghentikan truk pengangkut tanah itu, M Zein mengatakan, peristiwa penembakan yang dilakukan oknum anggota Brimob itu berawal ketika warga menghentikan truk untuk memberi pengertian agar tidak melintas sampai malam hari.

Namun entah kenapa, tiba-tiba muncul seorang oknum polisi yang disebut-sebut bertugas di Kelapa Dua mengawal kegiatan pengangkutan tanah milik pengusaha tersebut.

"Disitulah langsung menembakan senjata apinya ke udara. Awalnya hanya tiga kali letusan, setelah itu satu sesi lagi ditembakannya dua kali letusan untuk menakut-nakuti warga," kata Zein, Selasa (7/7/2015).

Akibat peristiwa itu, kata Zein warga semakin mengamuk hingga melempari truk pengangkut timbunan tanah tersebut.

Untungnya, sebagian warga melerai aksi tersebut supaya tidak berbuat anarkistis lagi. Aksi itu pun kemudian diketahui anggota polsek. Mereka datang ke lokasi untuk mengamankan situasi agar tidak makin melebar.

Menurut Zein, sejak awal pengawas pengangkut tanah itu sudah berjanji akan menyiram jalan setiap hari agar tidak berabu.

Tapi nyatanya hanya beberapa hari dilakukan. Akhirnya masyarakat tidak mengizinkan truk melintas. Akibat itulah kemudian terjadi cek-cok dan muncul oknum polisi yang gayanya seperti koboi.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Yuswardhie ketika dikonfirmasi mengatakan, sedang menyelidiki keberadaan oknum polisi tersebut.

"Masih diselidiki darimana oknum polisi itu. Kalau tidak sesuai protap yang dilakukannya akan ditindak diinternal kepolisian," ungkapnya.

Dia menambahkan, keberadaan oknum polisi tersebut juga akan dipertanyakan kepentingan apa dengan perusahaan tersebut.
(sms)
Berita Terkait
Ini Modus Oknum Perwira...
Ini Modus Oknum Perwira Polisi yang Ditangkap karena Gelapkan 83 Mobil
Mobil Hasil Penggelapan...
Mobil Hasil Penggelapan Iptu HA Capai 115 Unit, Korban Dipersilakan Datang ke Polda Kepri
Putri Gus Dur: Jadikan...
Putri Gus Dur: Jadikan Humor sebagai Barang Bukti Adalah Kegagalan
Diduga Tangkap Warga...
Diduga Tangkap Warga Tanpa Bukti, Mapolsek Dringu Digeruduk Massa
Periksa Pengunggah Guyonan...
Periksa Pengunggah Guyonan Gus Dur, Polisi Dikecam Gusdurian
CLBK Diduga Penyebab...
CLBK Diduga Penyebab Oknum TNI Ditembak Anggota Polisi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
5 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
7 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
7 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
7 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
7 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved