Polisi Masih Tunggu Hasil Visum Bocah Diduga Digergaji
Selasa, 07 Juli 2015 - 00:52 WIB
Polisi Masih Tunggu Hasil Visum Bocah Diduga Digergaji
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Polres Jakarta Selatan hingga kini masih menunggu hasil visum terkait luka yang dialami GT (12) bocah yang diduga digergaji oleh ibu kandung. Visum dari tim dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sangat penting guna pengembangan penyidikan kasus tersebut.
Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru mengatakan, proses visum anak kedua dari tiga bersaudara itu sudah dilakukan di RSPP. Sehingga, kepolisian tinggal menunggu hasil visum terhadap bocah malang itu.
"Belum keluar hasil visumnya. Kami masih mengkajinya terlebih dahulu apakah ada tanda-tanda kekerasan," kata Audie, Senin 6 Juli 2015. Audie menuturkan, tidak mau menduga-duga apakah benar luka GT akibat digergaji oleh ibu kandung atau diri sendiri.
Pasalnya, harus ada data yang akurat yaitu visum dari pihak dokter di RSPP. Untuk melengkapi berkas pelaporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh LSR kepada GT, penyidik segera memeriksa ibu dari tiga orang anak itu. Sehingga, bisa diketahui kebenaran yang sesungguhnya.
Rencananya pada Rabu 8 Juli mendatang, penyidik akan memanggil LSR dan beberapa saksi lainnya seperti Ketua RT 15, Sena dan beberapa tetangga. Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa GT yang didampingi oleh psikolog anak.
"Sudah kami layangkan surat pemanggilan terhadap LSR. Jadi Rabu nanti diperiksa," tuturnya. LSR, ibu kandung yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya akan memenuhi panggilan pemeriksaan dari pihak Polres Jakarta Selatan.
LSR mengaku akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. "Tentu saja saya akan datang dan akan bekerja sama dengan kepolisian yang hingga kini telah bekerja dengan sangat baik," katanya.
Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru mengatakan, proses visum anak kedua dari tiga bersaudara itu sudah dilakukan di RSPP. Sehingga, kepolisian tinggal menunggu hasil visum terhadap bocah malang itu.
"Belum keluar hasil visumnya. Kami masih mengkajinya terlebih dahulu apakah ada tanda-tanda kekerasan," kata Audie, Senin 6 Juli 2015. Audie menuturkan, tidak mau menduga-duga apakah benar luka GT akibat digergaji oleh ibu kandung atau diri sendiri.
Pasalnya, harus ada data yang akurat yaitu visum dari pihak dokter di RSPP. Untuk melengkapi berkas pelaporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh LSR kepada GT, penyidik segera memeriksa ibu dari tiga orang anak itu. Sehingga, bisa diketahui kebenaran yang sesungguhnya.
Rencananya pada Rabu 8 Juli mendatang, penyidik akan memanggil LSR dan beberapa saksi lainnya seperti Ketua RT 15, Sena dan beberapa tetangga. Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa GT yang didampingi oleh psikolog anak.
"Sudah kami layangkan surat pemanggilan terhadap LSR. Jadi Rabu nanti diperiksa," tuturnya. LSR, ibu kandung yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya akan memenuhi panggilan pemeriksaan dari pihak Polres Jakarta Selatan.
LSR mengaku akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. "Tentu saja saya akan datang dan akan bekerja sama dengan kepolisian yang hingga kini telah bekerja dengan sangat baik," katanya.
(whb)