Tambang Liar di Bromo Hidup Lagi

Senin, 29 Juni 2015 - 10:31 WIB
Tambang Liar di Bromo...
Tambang Liar di Bromo Hidup Lagi
A A A
PROBOLINGGO - Penambangan pasir dan batu (sirtu) di lereng pegunungan Bromo kembali beroperasi. Di sisi lain, aparat penegak hukum dan pemerintahan malah terkesan tutup mata.

Sempat berhenti beberapa hari, praktik penambangan sirtu liar di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, justrumakinterlihat aktif. Belasan dump truck hilir mudik mengangkut sirtu untuk penimbunan lahan di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Para penambang merasa aman bisa mengeruk sirtu meski harus berpindah-pindah lokasi.

Tukiyo, warga Desa Boto, mengungkapkan keresahannya atas praktik penambangan sirtu di kampungnya. Melalui surat yang ditujukan kepada bupati Probolinggo, dia meminta aktivitas penambangan liar tersebut segera dihentikan dan ditutup. Dia tidak ingin dampak buruk penambangan tersebut dirasakan warga desanya. ”Kami khawatir dan waswas areal tambang itu menyebabkan bencana tanah longsor.

Lahan itu dikeruk tegak lurus setinggi empat meter. Selain itu, areal tambang dekat dengan pemukiman dan lahan pemakaman umum,” kata Tukiyo. Selama ini, warga sekitar lokasi tambang tidak pernah diminta persetujuannya atas penggalian tambang yang sangat mengganggu kegiatan warga. Jalan desa menjadi kotor dan berdebu akibat lalu lalang puluhan kendaraan dump truck.

“Pemerintah semestinya bisa menindak tegas dan menutup penambangan yang tidak punya izin itu, karena jelas sekali membahayakan keselamatan warga,” tandasnya. Anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Probolinggo, Supoyo, menyatakan, bakal mengklarifikasi pengaduan warga Desa Boto tersebut. Menurut dia, aparat penegak hukum harus menindak tegas dan memberikan sanksi jika kegiatan tambang sirtu tersebut tidak mengantongi izin.

“Kami akan kroscek masalah perizinan tambang sirtu tersebut. Jika terjadi pelanggaran, harus ditindak,” ucap Supoyo. Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Abduh Rahmin, beberapa waktu lalu berjanji akan ke lokasi untuk melihat langsung penambangan liar yang dimaksud warga.

Arie yoenianto
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
12 menit yang lalu
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
25 menit yang lalu
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
2 jam yang lalu
Generasi Muda NTB Didorong...
Generasi Muda NTB Didorong Jadi Agen Perubahan melalui Inovasi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Ditutup,...
Jakarta Fair 2026 Ditutup, Pecahkan Rekor Transaksi Rp8,6 Triliun
3 jam yang lalu
Ini Motif Pelaku Kirim...
Ini Motif Pelaku Kirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved