Aksi Warga Desak Penuntasan Kasus Pembunuhan Angeline

Minggu, 28 Juni 2015 - 12:41 WIB
Aksi Warga Desak Penuntasan...
Aksi Warga Desak Penuntasan Kasus Pembunuhan Angeline
A A A
DENPASAR - Aktivis Jaringan Peduli Perempuan Anak Korban Kekerasan (JPAKK) menggelar aksi pengumpulan tanda tangan untuk mendesak penuntasan kasus pembunuhan bocah Kelas II SDN 12 Sanur, Denpasar, Engeline Margriet Megawe (Angeline).

Koordinator Lapangan JPAKK Luh Putu Angraeni mengatakan, JPAKK mendesak pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus kematian Angeline. Dia menerangkan, kasus Angeline sudah lebih dari dua minggu. Namun otak pembunuhan itu belum terungkap.

Ribuan masyarakat yang olahraga di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar, satu persatu berdatangan memberikan tanda tangannya sebagai tanda mendukung tuntutan penuntasan kasus pembunuhan Angeline.

"Pengumpulan tanda tangan ini, kami mendesak kepada pihak Polda Bali untuk segera cepat menuntaskan kasus ini," ungkapnya kepada wartawan, di Denpasar, Minggu (28/6/2015).

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, anak-anak mendapat perlindungan dari kekerasan dan diksriminasi.

"Merujuk ke UU tersebut, pemerintah harus didorong dan diawasi untuk sepenuhnya melaksanakan perlindungan anak sesuai UU tingkat daerah. Kami tidak ingin kasus ini berlama-lama," imbuhnya.

Pihaknya juga menginginkan masyarakat mengawal kasus ini sampai akhir hingga sampai persidangan. "Kasus ini akan lama, tidak hanya berhenti di kepolisian. Kami meminta masyarakat untuk mengawal kasus ini hingga selesai," paparnya.

Rencananya, tanda tangan itu akan diarak ke Polda Bali. "Tanda tangan ini akan kami arak ke Polda Bali, biar mereka tahu bahwa kasus ini menjadi sorotan masyarakat," pungkasnya.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Denpasar ini juga sebelumnya menggelar doa bersama untuk Angeline dengan para pemuka agama yang ada di Bali dengan melibatkan masyarakat.
(san)
Berita Terkait
Hilang 40 Tahun Setelah...
Hilang 40 Tahun Setelah Ortunya Dibunuh, Perempuan Ini Kembali Bertemu dengan Keluarganya
4 Fakta Baru Kasus Pembunuhan...
4 Fakta Baru Kasus Pembunuhan Hijaber Cantik Dini Nurdiani
Gadis 18 Tahun Penjual...
Gadis 18 Tahun Penjual Gorengan di Padang Ditemukan Tewas Tertimbun Tanah, Korban Dibunuh?
Ungkap Kasus Pembalakan...
Ungkap Kasus Pembalakan Liar, Anggota Polisi Hilang di Hutan
Dihantui Arwah Korban,...
Dihantui Arwah Korban, Pembunuh yang Mengecor Pegawai Koperasi di Palembang Ditangkap
Gara-gara Suami Selingkuh,...
Gara-gara Suami Selingkuh, Wanita Muda Ini Terancam Meringkuk di Penjara 20 Tahun
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
15 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
1 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
1 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
5 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved