Harga Sayuran Naik, Untungkan Petani

Minggu, 21 Juni 2015 - 08:56 WIB
Harga Sayuran Naik,...
Harga Sayuran Naik, Untungkan Petani
A A A
MALANG - Harga sayur-mayur melambung tinggi. Kondisi ini terjadi sejak awal bulan Ramadan. Kenaikan harga sayur-mayur tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para petani sayur di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Harga sayuran yang mengalami kenaikan sangat tinggi adalah sayur bayam dan kangkung. Apabila sebelumnya harganya hanya antara Rp3.000-Rp5.000/ikat besar, sekarang naik menjadi antara Rp13.000-15.000/ikat besar. Sementara, harga sawi mengalami kenaikan, meski tidak terlalu tinggi, dari Rp3.000/ikat besar menjadi Rp7.000/ikat besar.

”Kenaikannya terasa sejak hari pertama puasa,” ujar Kardi, 50, petani bayam dari Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kenaikan harga yang sangat mencoloktersebutlebihdisebabkan adanya peningkatan permintaan sayur-mayur saat masa puasa. Para petani sayur tidak perlu repot memasarkan hasil panennya.

Sebab, saathargatinggi seperti saat ini, dengan sendirinya pedagang akan datang ke sawah mengambil hasil panen. Sayur-mayur hasil panen para petani di wilayah Kecamatan Pakis tersebut tidak dipasarkan di wilayah Malang Raya, tetapi langsung dikirim para pedagang ke Surabaya. ”Sebagian memang ada yang dijual di pusat pasar sayur Karangploso. Tetapi, sifatnya hanya transit sebelum dibawa ke Surabaya,” ujarnya.

Sementara, petani sayur bayam lainnya, Tasmiah, 48, mengaku, saat harga sayur bayam tinggi seperti saat ini, petani bisa merasakan keuntungan yang cukup besar. ”Biasanya kalau harganya hanya Rp3.000/ikat besar, keuntungannya sangat kecil, bahkankadanghabishanya untuk biaya menanam,” ujarnya. Dari lahan yang dimilikinya seluas 1.000 meter persegi, saat panen bisa menghasilkan bayam sebanyak 400 ikat besar. Dengan rata-rata harga setiap ikat besar Rp13.000.

Maka, dia mampu mendapatkan penghasilan sebesar Rp5,2 juta. Setiap satu ikat besar sayur bayam berisi 30 ikat kecil sayur bayam. Dia merata-rata, setiap satu ikat kecil bayam, saat ini harganya mencapai lebih dari Rp400. Sebelumnya satu ikat kecil sayur bayam harganya hanya sekitar Rp100. Usia tanam sayur bayam sendiri sangat pendek, yakni sekitar 25hari. Prosespemeliharaannya juga sangat mudah.

Sementara usia tanam sayur kangkung, dan sayur sawi relatif lebih lama, yakni antara 30-45 hari. Adanya peningkatan permintaan sayur-mayur pada awal bulan puasa ini juga diakui pedagang sayur, Susilo, 35. warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tersebut terpaksa harus mendatangi petani di area persawahan agar bisa mendapatkan sayur-mayur untuk dijual di Pasar Karangploso. Saat ini, menurutnya, para pedagang berlomba-lomba datang ke sawah agar bisa mendapatkan barang dagangan.

”Kalau tidak datang sendiri ke sawah, pastinya sayur-mayur itu sudah habis dibeli pedagang lainnya. Harga di pasaran bisa naik menjadi Rp15.000/ikat besar. Setiap hari saya membawa sekitar 150 ikat besar sayur- mayur ke pasar,” ujarnya. Kenaikan sejumlah kebutuhan pokok saat bulan puasa juga diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang Tri Widyani. ”Harga daging ayam, telur ayam, dan sejumlah sayurmayur mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang,” ungkapnya.

Dia mengaku, kenaikan harga tersebut lebih disebabkan mekanisme pasar. Jadi, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi. Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah melaksanakan operasi pasar murah untuk kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. Harapannya, melalui operasi pasar murah ini, ada dampak penurunan terhadap harga kebutuhan pokok lainnya karena kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat tersedia dalam operasi pasar murah.

Operasi pasar murah ini sendiri dilaksanakan setiap hari hingga menjelang Idul Fitri. Selain sebagai upaya menekan harga kebutuhan pokok di pasaran, aksi ini juga untuk menekan ulah spekulan nakal, yang biasanya memanfaatkan situasi dengan menimbun kebutuhan pokok.

Yuswantoro
(ars)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
23 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
30 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
47 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved