Garam Rakyat Ditarget Naik Dua Kali Lipat

Selasa, 02 Juni 2015 - 07:51 WIB
Garam Rakyat Ditarget...
Garam Rakyat Ditarget Naik Dua Kali Lipat
A A A
PASURUAN - Produksi garam rakyat di Kabupaten Pasuruan pada musim panen tahun 2015 ini ditargetkan sebesar 30.000 ton.

Target ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding realisasi produksi garam tahun sebesar 16.000 ton. Optimisme ini didasarkan atas penerapan teknologi geo isolator pada areal tambak petani garam. Teknologi yang menggunakan terpal pada lahan tambak tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen garam rakyat.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Perikanan dan Pengembangan Kawasan Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pasuruan Soegeng Soebijanto mengungkapkan, para petani mulai memproduksi garam awal Juni ini. Hal ini didasarkan atas prakiraan BMKG yang menyebut adanya penurunan intensitas curah hujan.

”Perkiraan BMKG, kemungkinan pada Juni ini intensitas curah hujan di Kabupaten Pasuruan mulai menurun. Jadi, para petani garam mulai bisa memproduksi garam,” kata Kabid Usaha Perikanan dan Pengembangan Kawasan Pesisir DKP Kabupaten Pasuruan Soegeng Soebijanto. Menurut Soegeng, potensi luas tambak rakyat di Kabupaten Pasuruan mencapai 4.604 hektare.

Sedangkan, potensi tambak garam yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Bangil, Kraton, dan Lekok, mencapai 803,54 hektare. Dia optimistis bahwa para petani garam bisa menghasilkan garam sesuai target produksi sebesar 30.000 ton. Karena pihaknya sudah menyosialisasikan penggunaan dan membantu teknologi geo isolator untuk meningkatkan kualitas serta memaksimalkan produksi garam.

”Selama ini produksi garam rakyat mayoritas menggunakan proses evaporasi, yaitu penguapan air laut di kolam penampungan. Proses produksi ini sangat bergantung cuaca pada musim kemarau,” tandas Soegeng. Pada musim tahun 2014, teknologi geoisolator sudah mulai diterapkan petani garam.

Hanya, geo isolator yang merupakan bantuan pemerintah pusat terlambat diberikan kepada petani tambak. Jadi, hasil produksi garam rakyat tidak mampu mencapai target yang ditetapkan, yakni sebesar 18.000 ton.

Arie yoenianto
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
2 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
2 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
3 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
5 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
6 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
8 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved