Eksploitasi Alam di Lereng Gunung Merapi Parah

Jum'at, 29 Mei 2015 - 18:42 WIB
Eksploitasi Alam di...
Eksploitasi Alam di Lereng Gunung Merapi Parah
A A A
YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menemukan, eksploitasi alam di lereng Gunung Merapi sudah sangat parah dan memprihatinkan.

"Ada beberapa ancaman bencana, yaitu primer yang disebabkan oleh letusan (gunung), sekunder seperti banjir lahar, serta tersier yang disebabkan karena kerusakan ekosistem," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Subandriyo, Jumat (29/52015).

Upaya penyelamatan alam di lereng Merapi harus segera dilakukan, karena bisa menimbulkan bencana terhadap masyarakat di sekitarnya. Penyelamatan ekosistem ini tak hanya dilakukan oleh BPPTKG.

"Kami juga akan melibatkan beberapa instansi lain. Salah satunya Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM)," terangnya.

Dia melanjutkan, eksploitasi alam yang paling parah di Merapi adalah penambangan endapan material lahar dingin di Daerah Aliran Sungai (DAS) berhulu Merapi. Menurutnya, endapan itu tak semuanya boleh diambil.

Terpisah, anggota dewan daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIY Suparlan mengatakan, kerusakan alam di lereng Merapi sangat luar biasa. "Secara visual, cukup luar biasa parahnya kerusakan alam di lereng Merapi," katanya.

Lanjut Parlan, kerusakan tersebut salah satunya karena alih fungsi lahan. Pekarangan atau kebun milik warga dijadikan lahan pertambangan. "Bahkan, akses jalan di kanan kirinya pun digali," tuturnya.

Kerusakan tersebut di antaranya berada di aliran Kali Boyong, Kuning, Gendol, dan lainnya. Upaya penyelamatan ekosistem ini, salah satunya harus ada suatu moratorium yang bisa diterapkan untuk melakukan kontrol terhadap penambangan.

"Tidak akan mungkin material lahar dingin tak diambil. harus ada suatu pemetaan, mana saja yang diperbolehkan dan tidak. Dengan begitu, kerusakan alam bisa diminimalkan," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
3 jam yang lalu
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
6 jam yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
7 jam yang lalu
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
9 jam yang lalu
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
9 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
10 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved