Batuan Candi Kalasan Rawan Runtuh

Rabu, 27 Mei 2015 - 09:31 WIB
Batuan Candi Kalasan...
Batuan Candi Kalasan Rawan Runtuh
A A A
YOGYAKARTA - Batu-batuan Candi Kalasan yang berada di atas candi ditemukan merekah dan berpotensi runtuh. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta mengimbau agar pengunjung tak terlalu mendekat kawasan candi.

"Pengunjung tidak boleh naik (ke atas pelataran) Candi Kalasan. Batu-batu di atas ada rekahan, yang dikhawatirkan bisa runtuh," kata Kepala BPCB Yogyakarta Tri Hartono, kemarin. Rekahan tersebut disebabkan karena beberapa faktor. Salah satunya adalah goyangan gempa. Akibatnya, ada kemiringan sekitar satu derajat. Karena merekah, air hujan pun mudah masuk ke dalamnya.

Inilah salah satunya yang menyebabkan tanah di bawah Candi Kalasan terkandung volume air tinggi. "Selain itu juga, tanahnya kan berada satu meter lebih dalam dibanding tanah di sekitar pemukiman warga. Nanti akan kami buatkan saluran untuk airnya," tuturnya. Untuk memperbaiki rekahan batu-batu ini, kemungkinan di bagian atas candi tersebut akan dibongkar.

Kemudian, dipasangi pengunci antarbebatuan. Atau yang biasa disebut dengan angkur. "Kemungkinan akan kami bongkar," katanya. Namun untuk melakukan pembongkaran bagian atas candi baru bisa dilakukan pada tahun mendatang. Karena masih akan melewati beberapa proses studi teknis. Sementara, pada Senin (25/5) lalu baru evaluasi yang pertama. "Masih ada evaluasi kedua dan ketiga. Setelah itu baru dikeluarkan kesimpulan," tuturnya.

Setelah dilakukan evaluasi yang pertama ini, timnya pun akan kembali melakukan studi teknis. Di antaranya pemetaan titik-titik bebatuan mana saja yang mengalami rekahan. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penanganan penggaraman terhadap batu-batuan candi tersebut. Karena juga ada bebatuan yang mengalami pelapukan.

Sementara, Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti menambahkan, setelah studi teknis selesai dan ditarik kesimpulannya, baru kemudian akan diajukan ke pusat untuk anggaran yang diperlukan dalam ekskavasi Candi Kalasan tersebut.

Menurutnya, candi yang berada di Dusun Kalibening, Tirtomartani, Kalasan itu juga kasusnya sama dengan candi lainnya. Seperti Candi Perwara yang ada di Kompleks Candi Prambanan serta Candi Sambisari.

Yaitu, masih ada bagian yang tertimbun tanah. "Diperkirakan bagian bawah candi masih ada satu meter di dalam tanah," katanya. Untuk itu, perlu adanya penggalian secara menyeluruh. Agar seluruh bagian dari candi tersebut bisa utuh terlihat.

Ridho hidayat
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
4 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
4 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved