Bupati Pekalongan Minta Lokalisasi Kebon Suwung Ditutup

Jum'at, 22 Mei 2015 - 08:30 WIB
Bupati Pekalongan Minta...
Bupati Pekalongan Minta Lokalisasi Kebon Suwung Ditutup
A A A
PEKALONGAN - Bupati Pekalongan Amat Antono, mengaku akan segera menutup lokalisasi Kebon Suwung, yang terdapat di Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

"Saya minta ditutup, saya beri waktu sampai akhir bulan ini. Ya maksimal sebelum bulan puasa. Jadi pas bulan puasa lokalisasi ini sudah tutup. Kalau ada yang bandel kami ambil tindakan tegas. Saya akan minta bantuan TNI dan Polisi," katanya.

Menurut Antono, pihaknya tidak ingin semena-mena menutup langsung lokalisasi tersebut. Namun Antono sudah beberapa kali memberi waktu untuk dilakukan penutupan lokalisasi.

"Saya tidak ingin dikatakan sak dek sak nyet, oleh sebab itu saya berikan kesempatan untuk berkemas-kemas bagi para penghuni sini (lokalisasi)," ujarnya.

Dikatakan, kebanyakan penghuni lokalisasi ilegal tersebut adalah warga pendatang. Selain dinilai kurang sesuai dengan julukan kota santri, kegiatan di lokasi tersebut tidak sesuai dengan norma yang ada.

"Jadi kebanyakan penghuni di sini (lokalisasi) malah warga luar Kabupaten Pekalongan. Kami hargai, hormati, memang setiap orang perlu usaha, tapi mbok jangan melanggar norma agama atau norma pemerintah," sebutnya.

Antono mengaku sudah berulangkali pula memberikan pembekalan ketrampilan bagi para penghuni lokalisasi tersebut. Selain itu, pihaknya juga sudah membuka potensi daerah yang ada untuk dimanfaatkan.

"Sebentar lagi juga ada Lemdikpol, kan bisa buka warung makan atau isi ulang air. Di sini air melimpah dan bersih di sini kan bisa digunakan untuk budidaya lele yang potensinya masih besar. Jamur merang di sini juga baru bisa memenuhi permintaan lokal saja, berarti kan masih banyak potensi," tambahnya.

Sementara Kades Sidomukti, Harsito, mengaku kesulitan menertibkan lokalisasi tersebut. Sebab, penghuninya selalu berganti.

"Sudah sekitar 2 kali mau ditutup, tapi juga tetap tidak bisa. Karena selalu muncul lagi. Ya malu juga di desa kami ada lokalisasi, jadi semoga bisa ditutup," terangnya.

Sementara Ketua Paguyuban lokalisasi Kebon Suwung Budiono mengaku, belum mengetahui rencana penutupan lokalisasi tersebut. Pihaknya akan lebih dulu mengumpulkan para penghuni lokalisasi tersebut.

"Tanggapan warga sini (lokalisasi) ya belum tahu, nanti akan kami kumpulkan dulu. Tapi kalau bisa ya jangan dulu," ujarnya.

Dijelaskan, lokalisasi tersebut ada sejak sekitar tahun 1989. Awalnya lokasi sekitar hanya tanah lapang biasa yang sepi.

"Sehingga warga tidak berani melintas lokasi ini. Karena banyak begal juga saat itu. Kemudian muncul warung-warung biasa, yang akhirnya menjadi seperti ini (lokalisasi)," jelasnya.

Setidaknya terdapat 32 warung yang juga berfungsi sebagai hunian di lokasi tersebut. Sementara pemandu lagu pada lokasi tersebut berjumlah sekitar 40 orang.

"Kebanyakan memang warga pendatang, Kebanyakan dari Pemalang. Ada juga yang berasal dari Banjarnegara. Kalau lokal sini ya dari Kesesi, Doro dan Paninggaran. Jumlahnya tidak tentu, sebab sering keluar masuk, dan kadang ada yang bawa dari luar. Kalau warga yang asli Kabupaten Pekalongan paling hanya sekitar 15 orang," ungkapnya.

Salah seorang penghuni lokalisasi sebut saja Inem (35), mengaku keberatan jika harus meninggalkan lokasi tersebut. Sebab, kebanyakan warga penghuni lokalisasi tersebut sudah memiliki anak.

"Kalau bisa jangan dulu. Sebab kebanyakan sudah punya anak. Saya sendiri sudah punya anak satu," ujarnya pemilik salah satu tempat karaoke itu.
(nag)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
1 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
2 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
2 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
4 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
12 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
12 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved