Menengok Keceriaan Anak Telantar di Panti Balita

Rabu, 20 Mei 2015 - 11:30 WIB
Menengok Keceriaan Anak...
Menengok Keceriaan Anak Telantar di Panti Balita
A A A
JAKARTA - Sebanyak 77 bayi maupun balita yang ditelantarkan orangtuanya dirawat di Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa (PSAA Balita Tunas bangsa) di Jalan Raya Bina Marga No 79, Cipayung, Jakarta Timur.

Panti asuhan yang telah berdiri sejak tahun 1985 ini berada dibawah naungan Dinas Sosial DKI Jakarta, memang dikhususkan untuk menampung bayi maupun balita yang menjadi korban penelantaran oleh orang tuanya.

"Kami menerima bayi dan balita terlantar ada yang dibuang orang tuanya di jalan, ada yang di rumah sakit, dari masyarakat yang melaporkan kepada RT dilanjutkan ke pihak kepolisian," jelas Vivi Kafilatul Jannah Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa kepada wartawan, Selasa 19 Mei 2015.

Untuk rentang umurnya, panti ini menerima bayi dari usia nol bulan hingga lima tahun. Vivi melanjutkan, kegiatan bayi dan balita di panti ini sebagian besar untuk bermain.

"Kegiatannya banyak, sesuai hak dasar anak yakni bermain. Bangun tidur mandi, setelah itu jalan - jalan di halaman panti ada yang bermain sepeda," jelasnya. Tak hanya bermain, anak-anak juga diajarkan dan dibentuk intelektual serta spiritualnya.

"Untuk yang balita kita sekolahkan ke TK. Selain itu mereka juga tiap sore habis Ashar juga akan mengaji serta belajar," tambah Vivi yang kerap dipanggil oleh anak panti dengan sebutan bunda.

Pantauan Sindonews, fasilitas yang ada di PSAA Balita Tunas Bangsa ini termasuk lengkap. Bangunan utama berlantai dua digunakan sebagai ruang kantor dan di lantai duanya tepatnya di ruang Arjuna untuk tempat para bayi berusia nol sampai tujuh bulan.

Ruang Rama Shinta digunakan untuk merawat anak usia tujuh bulan hingga dua tahun. Ada juga ruangan untuk balita umur dua hingga lima tahun.

Menengok Keceriaan Anak Telantar di Panti Balita


Masing- masing ruangan terdapat pendingin udara dengan hiasan ruangan khas anak. Selain bersih, fasilitas bermain dan berinteraksi seperti gazebo, ruang pertemuan indoor dan arena bermain yang luas tersedia dan cukup bagus untuk tumbuh kembang anak. "Anak laki-laki dan anak perempuan tentunya kami pisah," tandasnya.

Meskipun berada di panti, Vivi berharap tumbuh kembang dan kasih sayang para bayi dan anak-anak sama seperti anak- anak di luar sana yang tercukupi rasa kasih sayang oleh orang tua kandung mereka sendiri.
(ysw)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
16 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved