DIY Janji Atasi Kerawanan Pangan

Sabtu, 16 Mei 2015 - 10:48 WIB
DIY Janji Atasi Kerawanan...
DIY Janji Atasi Kerawanan Pangan
A A A
YOGYAKARTA - Pemda DIY memiliki komitmen kuat dalam menanggulangi kemiskinan, terutama berkaitan dengan kerawanan pangan. Sejumlah langkah akan dilakukan untuk mengatasi desa rawan pangan di DIY, salah satunya dengan memanfaatkan sumber daya alam, manusia, dan lainnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Didik Purwadi mengatakan, dalam meraih ketahanan pangan, negara harus mandiri. Negara mampu dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan sehingga cukup sampai di tingkat perseorangan.

“DIY bertekat kebutuhan pangan sampai ke tingkat perseorangan,” katanya mewakili Gubernur DIY dalam Rapat Kerja Daerah Dewan Ketahanan Pangan DIY, di Kepatihan, kemarin. Menurt Didik, untuk mewujudkan itu, Pemda DIY pun gencar melakukan beraneka produksi pangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara martabat.

“Kami juga melakukan identifikasi aspek penting persoalan pangan serta potensi yang dimiliki untuk mewujudkan kedaulatan pangan di DIY,” katanya. Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani mengatakan desa rawan pangan di DIY terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2015 ini tinggal 26 desa rawan pangan.

“Selama setahun ada pengurangan 36 desa rawan pangan, sekarang tinggal 26 desa (rawan pangan) saja,” ungkapnya. Data di BKPP DIY, sebanyak 26 desa rawan pangan tersebut terbanyak di Kulonprogo, yakni 12 desa. Kemudian berturutturut disusul Gunungkidul tujuh desa, Bantul lima desa, dan Sleman dua desa.

Dia mengaku optimistis akhir 2015 mendatang, DIY bisa menuntaskan desa rawan pangan. Pencapaian 2014 tersebut sudah melampaui target. BKPP dalam setahun rata-rata hanya menargetkan bisa mengurangisembilan desa rawan pangan. “Justru selama 2014 lalu, BKPP bisa mengurangi 36 desa rawan pangan. Jadi kami akhir 2015, kami optimis bisa,” ucapnya.

Mantan Kabid Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan BKPP DIY ini mengungkapkan, beberapa langkah yang ditempuh BKPP dalam mengurangi desa rawan pangan di DIY. Salah satunya dengan pengembangan 53 Lembaga Akses Pangan Masyarakat (LAPM) sejak 2011. Lembaga itu semacam koperasi yang menjual pangan murah karena memangkas biaya transportasi komoditas.

“Jadi harganya sama dengan di produsen, lebih murah,” ungkap Arofa. Selain itu, LAPM juga dibangun di dekat desa-desa rawan pangan untuk mendekatkan akses pangan. Mereka (yang tinggal di pelosok) bisa lebih dekat membeli pangan. Pasalnya, penyebab yang paling dominan memang karena kemiskinan. Faktor lainnya ialah jumlah ketersediaan pangan dan akses pangan.

“Dua faktor itu yang dominan,” tandasnya. Sementara itu, Komandan Korem 072 Pamungkas Kolonel Inf Stephanus Tri Mulyono menginstruksikan seluruh Dandim untuk tancap gas mendukung program ketahanan pangan. Dandim juga diminta mengintensifkan pengawasan untuk mendukung program itu. Pengawasan dilakukan terhadap distribusi pupuk maupun benih.

Dengan begitu, petani bisa meraih hasil panen optimal dan mempercepat program ketahanan pangan yang dicanangkan. “Program ketahanan pangan wajib didukung. Dandim harus mengawasi dan memastikan program ini berjalan baik di wilayahnya masing-masing,” tandas Danrem kemarin. Pengawasan bisa dilakukan Danramil dan Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pengawasan meliputi distribusi, mulai bibit tanamannya, pupuk, hingga hasil panen yang didapat para petani. Perintah ini, lanjut Danrem, tidak hanya berlaku bagi Dandim dan jajarannya, tetapi seluruh anggota TNI maupun PNS di lingkungan Korem 072. Seluruhnya wajib ikut serta membantu masyarakat dalam meningkatkan hasil pertaniannya.

Pelaksanaan serbuan teritorial melalui dukungan terhadap ketahanan pangan ini diharapkan bisa mengena secara langsung kepada masyarakat. Komandan Kodim 0734 Yogyakarta Letkol Inf Renal A Sinaga memastikan program untuk mendukung ketahanan pangan berjalan baik. Pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan dan pendekatan kepada masyarakat.

“Kondisi kota tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kami sudah melakukan beberapa pendekatan dan hasilnya cukup positif. Kami akan terus lakukan dan intensifkan lagi,” ucap Dandim. Dia menambahkan, salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengampanyekan metode pertanian hidroponik untuk menyiasati keterbatasan lahan. Selain itu, pihaknya mengembangkan benih ungu bersama dinas terkait.

Ridwan anshori/ sodik
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
2 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
2 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
2 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
2 jam yang lalu
Berdayakan Kampung Papua:...
Berdayakan Kampung Papua: Kolaborasi PBB, Kemendes, dan Komunitas Lokal Latih Ratusan Wirausaha Baru
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved