Mensos Sebut Ada 5.900 Anak Ditelantarkan Orangtuanya

Jum'at, 15 Mei 2015 - 22:08 WIB
Mensos Sebut Ada 5.900...
Mensos Sebut Ada 5.900 Anak Ditelantarkan Orangtuanya
A A A
JAKARTA - Kasus penelantaran anak di perumahan Citra Grand Cibubur, Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat adalah satu dari ribuan kasus anak ditelantarkan orangtuanya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mulai melakukan pemetaan disetiap wilayah agar penanganan lebih mudah.

Data Kemensos menyebut, saat ini ada 4,1 juta anak terlantar dan 34 ribu anak jalanan di seluruh Indonesia. (Baca: Trauma, Bocah Ditelantarkan Akui Diborgol dan Dipukul Pistol)

"Itu Data dari Pusdatin Kemensos segitu, sedangkan balita terlantar ada 1,2 juta dan anak jalanan ada 34 ribu," kata Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Safe House di Jalan Karya Bhakti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2015).

Khofifah mengatakan, untuk kasus seperti yang menimpa AD (8), dan ke-empat saudara perempuannya, yakni yang ditelantarkan orangtuanya tercatat ada 5.900 perkara serupa. Sementara anak yang bermasalah dengan hukum, sekira 3.600 orang.

Dalam rakornas Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), Khofifah meminta, agar pemetaan masalah ditiap regional Dinas Sosial (Dinsos) dilakukan dengan serius. Dirinya menginginkan, agar nantinya RAPBN dan RAPBD setempat dapat melakukan pembagian biaya untuk menangani persoalan anak.

"Region barat sudah minggu lalu, tengah kemarin penutupan, timur 21 Mei besok di Makasar. Saya minta Dinsos lakukan pemetaan. Kalau sudah maka intervensi lebih terang, RAPBN, RAPBD bisa share bugjeting," tambahnya.

Setelah pemetaan tersebut, Khofifah berharap, pemerintah mendapatkan data yang lebih komprehensif terkait kategori anak terlantar. Khusus kasus AD dan keempat saudaranya, dia menilai, adanya kecenderungan tanggung jawab orang tua yang tereduksi.

"Posisi seperti ini, kan mesti dilihat, apakah persoalan personality, ganguan sosial, atau apa, itulah mengapa kita maksimalkan PKSA, sehingga upaya peningkatan kesejahteraan anak lebih komprehensif," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
33 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
37 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
6 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved