Pendapat Psikolog Soal Orangtua yang Telantarkan Lima Anak

Jum'at, 15 Mei 2015 - 11:28 WIB
Pendapat Psikolog Soal...
Pendapat Psikolog Soal Orangtua yang Telantarkan Lima Anak
A A A
JAKARTA - Sepasang suami istri yang diduga menelantarkan lima orang anaknya, UP dan NS telah diamankan Polda Metro Jaya pada Kamis 14 Mei 2015.

Psikolog forensik Reza Indragiri angkat bicara soal kasus tersebut. Dia meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan kepolisian bersikap bijak dan tidak terburu-buru dalam menyikapi permasalahan tersebut.

"Saya pribadi berharap kepolisian lebih mengedepankan restorative justice ketimbang memenuhi harapan sebagian pihak agar kedua terlapor dihukum seberat-beratnya," kata Reza saat dihubungi Sindonews, Jumat (15/5/2015). (Baca: Telantarkan Lima Anak, Dosen Ini Ditangkap Polisi)

Jika seandainya kasus ini dibawa ke persidangan, lanjut Reza, hukuman yang tepat yakni meminta keduanya untuk bisa mendidik anak sesuai perannya sebagai orangtua.

"Memvonis terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa dengang kewajiban menjalani edukasi untuk menjadi orangtua yang efektif. Memerintahkan negara melakukan supervisi proses edukasi tersebut. Jika terdakwa abai, penjara lima tahun dan denda Rp100 juta. Begitu sepantasnya terobosan hukum terhadap orangtua yang menelantarkan anaknya yang ada di Cibubur," urainya. (Baca: Lima Bocah Ini Trauma Mendengar Nama Ayah-Ibunya)

Penangkapan terhadap UP dan NS ini dilakukan petugas di rumahnya di Perumahan Citra Grand Cluster Nusa 2 Blok E Nomor 37, Cibubur, Kota Bekasi.

"Diduga kuat UP dan NS ini melakukan kekerasan psikis dan menelantarkan kelima anaknya yang berinisial LA (10), CK (10), DI (8), AL (5) dan DIN (4)," kata Kanit I Subditumum Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu di Mapolda Metro Jaya, Kamis 14 Mei 2015.

Komaruddin Bagja Arjawinangun
(dam)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
41 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
43 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
43 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
56 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved