Cegah Penularan Covid-19, Gubernur Sulsel Larang Keras ASN Mudik

Selasa, 07 April 2020 - 17:51 WIB
Cegah Penularan Covid-19,...
Gubernur Sulsel memberikan keterangan pers melalui virtual terkait penanganan Virus Corona di Sulsel. Foto: Istimewa
A A A
Berbagai cara dilakukan pemerintah Provinsi Sulsel, untuk memutus penyebaran Covid-19 termasuk melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mudik.

Hal ini disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, menurutnya, larangan ini merupakan langkah taktis untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel.

Larangan ini berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 36 Tahun 2020, yang mengatur pembatasan berpergian keluar daerah atau mudik.

"Perlu kita antisipasi sekarang ini adalah para pemudik. Saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa keputusan Menpan-RB itu melarang ASN untuk mudik. Ini tegas dan kita tidak akan memberikan tolerir bagi ASN yang mudik," tegas Nurdin Abdullah saat video conference dengan awak media, Selasa, (7/04/2020).

Selain memberikan penegasan kepada ASN, juga diharapkan kepada petugas terkait agar betul-betul menjaga pintu-pintu masuk. Seperti bandar udara, pelabuhan, dan perbatasan masing-masing daerah.

"Jangan sampai ada penularan baru lagi selain yang ada sekarang. Nah, kita bisa lihat Makassar ini salah satu penularan itu dari kloter umrah, yang kedua bawaan dari keluarga," jelasnya.

Sementara untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) sendiri, Sulsel segera mendatangkan ribuan dari berbagai sumber. "APD kita sudah ada. Insyaallah beberapa hari ke depan kita ada satu kontainer APD, ada dua ratus ribu masker, dua ribu lima ratus APD, kacamata lengkap, dan kita akan distribusikan," bebernya.

Adapun rumah sakit rujukan yang dianggap bisa melayani pasien Covid-19 yakni RSUD Sayang Rakyat, RSKD Dadi dan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Adapun RS lain seperti RSUD Haji Makassar, RSUD Labuang Baji Makassar dan swasta lainnya, hanya menjadi rumah sakit penyangga.

"Ada tiga rumah sakit yang disiapkan, yang lain itu hanya penyangga. Tidak boleh menerima pasien Covid-19, baik PDP maupun positif selain tiga rumah sakit ini," tegasnya.

Sedangkan untuk anggaran, Sulsel menyediakan Rp500 miliar, dan yang terpakai baru terhitung sekitar Rp10 miliar. Termasuk untuk memobilisasi massa peserta Ijtima Ulama Zona Asia di Gowa.

"Semuanya sentral di BPBD. Anggaran kita alokasikan ke BPBD, saya cek tadi pagi itu belum sampai Rp10 miliar digunakan, itu termasuk untuk menangani pembubaran Ijtima," tutupnya.
(agn)
Berita Terkait
Gubernur Sulsel Nurdin...
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Jadi Pertama yang ke Bantilang
Kemenkumham Sulsel Harmonisasi...
Kemenkumham Sulsel Harmonisasi Ranperda Pemprov Sulsel dan Parepare
Kejati Selamatkan 11...
Kejati Selamatkan 11 Aset Pemprov Sulsel, Sisanya Menyusul
Gubernur Bahas Langkah...
Gubernur Bahas Langkah Hadapi Ekonomi Pasca COVID-19 Bersama FKIJK
Gubernur Sulsel Tegaskan...
Gubernur Sulsel Tegaskan Mal Tetap Ditutup
PKK Sulsel Salurkan...
PKK Sulsel Salurkan Paket Sembako untuk 3 Kabupaten Kasus Corona Tertinggi
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
6 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
7 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
7 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
8 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
8 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved