Produksi Baju APD, Dinas Pendidikan Jatim Apresiasi Siswa SMK

Senin, 06 April 2020 - 15:36 WIB
Produksi Baju APD, Dinas...
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi usai mengunjungi pembuatan baju hazmat dan masker di SMKN 6 Surabaya.Foto/SINDONews/Lukman hakim
A A A
Di tengah kelangkaan Alat Perlindungan Diri (APD), partisipasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim dalam memproduksi baju hazmat, masker, hand sanitizer hingga cairan disinfektan, sangatlah bermanfaat untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Saya bangga, sekaligus memberikan apresiasi kepada siswa SMK se-Jatim, baik negeri maupun swasta, karena sangat peduli. Ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dalam berpartisipasi menolak atau menjaga dari virus Covid-19," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi usai mengunjungi pembuatan baju hazmat dan masker di SMKN 6 Surabaya, Senin (6/4/2020).

Berapa banyak produksi baju APD yang dihasilkan siswa SMK? Menurut Wahid, di SMKN 6 Surabaya ini, di jurusan atau kompetensi tata busana, per siswa bisa menghasilkan 3-5 buah baju APD. "Sampai hari ini, SMK yang ada jurusan tata busana yang sudah partisipasi membuat APD ada 48 SMK. Dari 48 SMK ini sudah menghasilkan 2.500 APD, dan sudah diperbantukan ke masyarakat yang membutuhkan," terang Wahid.

Sebetulnya, masih sangat banyak SMK di Jatim yang mampu membuat APD, karena saat ini ada 235 SMK jurusan tata busana. Kalau per siswa bisa mambuat 3-5 APD, jika dirata-rata 30 saja per SMK per hari, maka ada 70 ribu APD yang bisa diproduksi oleh SMK.

Namun untuk penjahitan baju APD ini, SMK masih terkendala bahan baku. Karena itu, Wahid meminta semua pihak yang memiliki bahan dan perlu dibuatkan baju APD, dipersilakan menghubungi SMK yang ada jurusan tata busana.

Tak hanya membuat baju APD, SMK di Jatim juga sudah membuat jenis APD lainnya, misalkan masker. "Sampai hari ini sudah 27 ribu masker yang diperbantukan ke masyarakat, khususnya Jatim," ujarnya.

Di samping baju APD dan masker, SMK di Jatim juga memproduksi hand sanitizer dan sudah menghasilkan 4.700 liter. Kemudian memproduksi disinfektan yang sampai hari ini sudah menghasilkan 4.800 liter.

"Ada yang diberikan lewat Pemprov untuk disalurkan ke masyarakat, juga ada yang diberikan kepada Pemkab/Pemkot dimana SMK itu berada. Ada pula lima SMK yang juga bisa menghasilkan room screening, dan sudah memberikan kepada masyarakat sebanyak 21 unit," imbuhnya.

Wahid pun, sekali lagi, mengaku bangga karena, pertama, yang dihasilkan ini adalah bentuk pengabdian SMK kepada masyarakat. Kedua, ini adalah praktikum riil yang hasilnya ditunggu masyarakat. "Ketiga, ini adalah bentuk implementasi dari jargon yang selama ini digaungkan oleh SMK di Jatim, yakni SMK bisa, SMK hebat, SMK bisa hebat, dan SMK memang hebat," tegasnya.

Sementara Kepala SMKN 6 Surabaya, Bahrun menuturkan, semula pihaknya hanya menyiapkan masker. Tapi karena kebutuhan baju hazmat tak kalah mendesak, maka kedua APD tersebut diproduksi di sekolahnya.

"Kamis malam, kebetulan di Dinas Pendidikan ada bahan yang bisa dijahit. Saya sendiri yang mengambil karena kebetulan dekat. Paginya, Jumat, kita kerjakan bersama sekitar 43 anak. Ada yang saat itu hadir, ada yang diantar orang tuanya, katanya.

"Saya terima kasih kepada orang tua siswa, sehingga terbuatlah dalam dua hari itu 65 APD yang dibuat anak-anak SMKN 6," sambungnya.

Sebetulnya, SMKN 6 sanggup mengerjakan pembuatan baju APD dalam jumlah lebih banyak lagi. Namun problemnya pada bahan baku, seperti yang disampaikan Wahid.

"Saat ini kebetulah bahan sudah habis. Bahkan Unesa (Universitas Negeri Surabaya) juga pesan ke kita 165 unit, tapi kita tidak ada bahan yang dikerjakan. Padahal ada sekitar 45 anak yang sudah kita siapkan," katanya.

Pengerjaannya pun tak harus di sekolah, tapi bisa di rumah karena para siswa juga punya mesin jahit. "Kami siapkan siapkan potongan agar bisa dijahit di rumah," tandas Bahrun.
(msd)
Berita Terkait
Lawan Corona, siswa...
Lawan Corona, siswa SMK se Blitar Raya Sumbang 1.000 APD
SMK Terbaik di DKI Jakarta...
SMK Terbaik di DKI Jakarta Berdasarkan Nilai UTBK Versi LTMPT
Disdik Jabar Siapkan...
Disdik Jabar Siapkan Protokol Kesehatan Ketat untuk Siswa SMA/SMK/SLB
BPIP Apresiasi Pembumian...
BPIP Apresiasi Pembumian Pancasila Pelajar SMA/SMK/SLB di Jabar
Diskriminasi 1.100 Siswa...
Diskriminasi 1.100 Siswa SMK Menunggak, Ombudsman Tegur Disdik Banten
Disdik Jabar Dorong...
Disdik Jabar Dorong Siswa SMK Turut Berperan Bangun Desa
Berita Terkini
BEM UI: Ekonomi Hanya...
BEM UI: Ekonomi Hanya Tumbuh di Atas Kertas, di Meja Makan Rakyat Tidak Ada yang Berubah
38 menit yang lalu
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
1 jam yang lalu
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
2 jam yang lalu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
9 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
11 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
11 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved