Disdik Jabar Siapkan Protokol Kesehatan Ketat untuk Siswa SMA/SMK/SLB
Rabu, 27 Mei 2020 - 09:05 WIB
loading...
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat tengah menyiapkan skenario pembukaan kembali kegiatan pendidikan tingkat SMA/SMK/SLB. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat tengah menyiapkan skenario pembukaan kembali kegiatan pendidikan tingkat SMA/SMK/SLB di seluruh wilayah Jabar dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara maksimal.
Protokol kesehatan di tingkatan sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar ini akan menjadi pedoman bagi orang tua, guru, siswa, dan orang tua agar tidak tertular COVID-19. (Baca juga; Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020 )
Kepala Disdik Jabar, Dewi Kartika menyatakan, data terbaru Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) akan menjadi acuan pihaknya dalam menyusun standar operasional prosedur (SOP) di kabupaten/kota dengan zona COVID-19 yang berbeda- beda.
Menurutnya, protokol kesehatan di sekolah pada prinsipnya tidak akan jauh berbeda dengan yang sudah ada, yakni dengan jaga jarak (physical distancing) dan pola hidup sehat dan bersih. Namun, pada beberapa poin ada penyesuaian seperti alat pelindung diri tambahan.
Meski begitu, lanjut dia, hal yang perlu diwaspadai adalah interaksi siswa sejak dari rumah, dalam perjalanan ke sekolah, di kelas bersama guru, serta interaksi dengan teman-temannya.
Protokol kesehatan di tingkatan sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar ini akan menjadi pedoman bagi orang tua, guru, siswa, dan orang tua agar tidak tertular COVID-19. (Baca juga; Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020 )
Kepala Disdik Jabar, Dewi Kartika menyatakan, data terbaru Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) akan menjadi acuan pihaknya dalam menyusun standar operasional prosedur (SOP) di kabupaten/kota dengan zona COVID-19 yang berbeda- beda.
Menurutnya, protokol kesehatan di sekolah pada prinsipnya tidak akan jauh berbeda dengan yang sudah ada, yakni dengan jaga jarak (physical distancing) dan pola hidup sehat dan bersih. Namun, pada beberapa poin ada penyesuaian seperti alat pelindung diri tambahan.
Meski begitu, lanjut dia, hal yang perlu diwaspadai adalah interaksi siswa sejak dari rumah, dalam perjalanan ke sekolah, di kelas bersama guru, serta interaksi dengan teman-temannya.
Lihat Juga :