Corona Bakal Memasuki Fase Tak Berdaya Saat Jelang Ramadhan

Minggu, 05 April 2020 - 13:33 WIB
Corona Bakal Memasuki...
Gambar virus corona menggunakan teknologi canggih. Foto/Reuters
A A A
Memasuki bulan April, atau menjelang bulan Ramadhan, para ilmuwan menantikan virus Corona baru, Covid-19 bakal bermutasi kira-kira setiap 15 hari sekali dan terus menjinak.

Ribuan urutan genetik virus telah diunggah ke database terbuka NextStrain yang menunjukkan bagaimana virus bermigrasi dan membelah menjadi subtipe baru.

Para peneliti mengatakan data menunjukkan virus corona bermutasi rata-rata setiap 15 hari, menurut National Geographic.

Salah satu pendiri NextStrain, Trevor Bedford, mengatakan bahwa mutasi sangat kecil sehingga tidak ada satu strain yang lebih mematikan daripada yang lain.

Para peneliti juga percaya strain tidak akan tumbuh lebih mematikan ketika berevolusi.

Bedford mengatakan kepada National Geographic: "Mutasi ini benar-benar jinak dan berguna sebagai potongan teka-teki untuk mengungkap bagaimana virus menyebar." tulis The Sun Minggu (5/4/2020).

Dia menambahkan berbagai jenis virus memungkinkan untuk melacak penularannya dan seberapa luas penyebarannya, yang mengindikasikan apakah kebijakan isolasi sendiri berdampak.

"Kita akan dapat mengetahui seberapa jauh transmisi yang kita lihat dan menjawab pertanyaan, Bisakah kita melepaskan kaki kita dari gas?," kata Bedford.

Sebelumnya di Bulan Maret lalu, Otoritas kesehatan Islandia mendeteksi 40 varian virus corona setelah bermutasi. Temuan itu muncul setelah mereka melakukan tes dengan menggandeng perusahaan genetika swasta deCODE genetics terhadap 9.768 orang di negara tersebut.

Menurut profesor dan virolog Universitas Copenhagen, Allan Randrup Thomsen, temuan ini menyiratkan bahwa virus pada akhirnya akan menjadi lebih menular, kendati tidak terlalu parah.

"Ini berarti bahwa virus dapat menginfeksi lebih banyak karena lebih baik beradaptasi, tetapi bukan varian virus penyebab penyakit yang bertahan. Ini adalah varian yang menyebabkan lebih sedikit penyakit," papar Thomsen kepada surat kabar Denmark, Information, yang dikutip Sputnik.
(eyt)
Berita Terkait
Darurat Corona, Pemprov...
Darurat Corona, Pemprov Jatim Siapkan Rumah Sakit Darurat
Darurat Corona, Surabaya...
Darurat Corona, Surabaya Utara Disemprot Disinfektan
Spanyol Perpanjang Keadaan...
Spanyol Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
Darurat Corona, Sindikat...
Darurat Corona, Sindikat Pemalsu Surat Sehat Bergentayangan
Virus Corona Menggila,...
Virus Corona Menggila, Mali Umumkan Keadaan Darurat
Senin, Jepang Perpanjang...
Senin, Jepang Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
Berita Terkini
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
32 menit yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
2 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
12 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
13 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
13 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
14 jam yang lalu
Infografis
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved