Jumlah Pasien Corona Makin Banyak, Sleman Belum Akan Terapkan PSBB

Senin, 06 April 2020 - 17:33 WIB
Jumlah Pasien Corona...
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengecek kesiapan RSPAU sebagai rumah sakit rujukan untuk pasien Corona, beberapa waktu lalu. FOTO :SINDOnews/Suharjono
A A A
Jumlah pasien positif virus corona jenis baru, Covid-19 di DIY, separuhnya ada di Sleman. Hingga Senin (6/4/2020) pukul 16.00 WIB tercatat dari 37 pasien positif corona, 19 orang di antaranya ada di Sleman. Dari jumlah itu, tiga meninggal dunia, satu sembuh dan 15 masih dalam perawatan di berbagai rumah sakit.

Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (OPD) di Sleman mencapai 663 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 80 orang dua di antaranya meninggal, 20 negatif dan 58 proses uji laboratorium. OPD hampir semua ada di 17 kecamatan se-Sleman. Sedangkan PDP terjadi di 14 kecamatan, tiga kecamatan yakni, Moyudan, Minggir dan Cangkringan nihil PDP.

Meski begitu Pemkab Sleman belum berencana akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun masih akan mengupayakan physical distancing.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan untuk saat ini belum akan mengajukan PSBB, untuk masih berusaha menerapkan physical distancing dan terus mendorong untuk dapat dijalankan sampai ditingkat RT.

“Sekarang ini terus disosialisasikan dengan berbagai cara supaya masyarakat semua lapisan bisa menjalankannya sebagai kebutuhan untuk melindungi diri dan keluarga,” kata Sri Purnomo, Senin (6/4/2020).

Pemkab juga menghimbau kepada masyarakat Sleman mengikuti anjuran pemerintah, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yaitu
menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan menggunakn masker.

“Masker yang digunakan dianjurkan juga memakai masker kain, yang dapat dipakai ulang setelah dicuci dengan sabun.

Sekda Sleman Harda Kiswaya menambahkan dari hasil rapat dengan gubernur DIY di Kepatihan, Senin (6/4/2020) belum mengarah adanya PSBB. Apalagi ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan untuk PSBB ini. Di antaranya ekonomi masyarakat terus harus jalan. Sebab PSBB tersebut akan membatasi semua ruang gerak masyarakat. Termasuk keuangan Pemkab juga harus kuat. Sebagai solusinya yaitu dengan peneraan physical distancing.

“Penerapan PSBB banyak pertimbanganya. Mudah-mudahan masyarakat mematuhi kebijakan physical distancing ini,” terangnya.
(nun)
Berita Terkait
Update Corona di Sleman:...
Update Corona di Sleman: 29 Positif, 8 Sembuh, 4 Meninggal
Pemkab Sleman Bagikan...
Pemkab Sleman Bagikan Paket Sembago Bagi WargaTerdampak Corona
Putri Bos Narkoba El...
Putri Bos Narkoba El Chapo Bantu Kaum Miskin Terdampak Corona
Gotong Royong Atasi...
Gotong Royong Atasi Covid-19, Eagle Indo Pharma Sumbang Hand Sanitizer ke PMI
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Corona, 60 Warga Desa Bah Joga Dirapid Test
Hasil Tes Swab Berbeda...
Hasil Tes Swab Berbeda di Litbangkes dan RS USU, PDP asal Taput Antara Positif dan Negatif
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
4 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
4 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
4 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
4 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
5 jam yang lalu
Infografis
Akhirat, Planet yang...
Akhirat, Planet yang Belum Dijangkau Astronot Akan Diungkap?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved