Pilkada

Kiai sepuh doakan Karsa menang Pilgub Jatim

Senin,  19 Agustus 2013  −  13:53 WIB
Kiai sepuh doakan Karsa menang Pilgub Jatim
Foto: Arie Yoenianto/Koran Sindo

Sindonews.com - Para kiai sepuh dan masyayih di Kabupaten Pasuruan mendoakan pasangan Soekarwo - Syaifullah Yusuf (Karsa) menang dan terpilih kembali sebagai Gubernur Jatim periode 2013-2018.

Para ulama ini berharap agar program kerja yang mengedepankan kemaslahatan umat dan pondok pesantren (ponpes) terus dilanjutkan hingga lima tahun mendatang.

Pada halal bihalal di Ponpes Al Yasini, Areng-areng, Wonorejo, dihadiri sejumlah kiai khos dan pimpinan ponpes, Nahdlatul Ulama (NU) dewan Syuro PKB.

Mereka yang hadir diantaranya KH Nawawi Abdul Djalil (Sidogiri), KH Mas Subadar (Besuk), KH Shonhaji Abdussomad (Ketua NU), KH Amir Kholili (Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Pasuruan), KH Mustabah Abdussomad (Dewan Syuro PKB Jatim).

Pengasuh Ponpes Al Yasini, KH Mudjib Imron, menegaskan, halal bihalal yang diselenggarakan di lingkungan pendidikan bukan dalam rangka kampanye pemenangan pasangan cagub Karsa.

Namun sebagai warga negara, para ulama ini tidak dilarang untuk mendoakan agar pasangan pemimpin yang telah terbukti ini terpilih kembali sebagai pemimpin Jatim.

"Jatim yang sudah baik ini harus dilanjutkan. Para ulama tidak dilarang untuk mendoakan agar pasangan Karsa ini terpilih kembali untuk melanjutkan program yang belum selesai. Khususnya menyangkut persoalan madrasah diniyah (madin) dan ponpes," kata Gus Mudjib, Senin (19/8/2013)

Menurut Gus Mudjib, selama kepemimpinan Pakde Karwo, berbagai persoalan aqidah dan kemasyarakatan sudah menunjukkan adanya perbaikan.

Kesejahteraan para guru ngaji di pedesaan yang selama ini tidak diperhatikan sudah mengalami perbaikan. Program bantuan untuk madrasah melalui Bosda merupakan salah satu bukti nyata komitmen pasangan Karsa tersebut.

"Tanpa ada bantuan Bosda, madin akan kiamat. Karena itu, yang sudah baik harus dilanjutkan. Ini bukan kampanye, tapi ndungo (doa) agar Karsa terpilih kembali," tandas Gus Mudjib.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan bahwa kesatuan dan kesamaan visi dari ulama dan umaro ini sebagai modal yang kuat untuk membangun Jatim menjadi lebih baik. Ulama adalah salah satu pihak yang menentukan rambu-rambu kemaslahatan umat, sedangkan umaro adalah penjaga kebijakan tersebut.

Menurut Pakde Karwo, untuk menata persoalan madin yang merupakan satu-satunya program di Indonesia ini tidaklah mudah. Alumni santri madin masih menemui kendala untuk melanjutkan ke sekolah umum. Padahal banyak orang-orang hebat yang merupakan alumni santri madin.

"Selama empat tahun, Pemprov Jatim sudah menyalurkan bantuan sekitar Rp1 triliun untuk madin. Itupun belum semua kebagian. Ini akan terus kami perbaiki," kata Pakde Karwo.


(lns)

views: 1.165x
shadow