Kajian pembanding reklamasi pantai di Bali ditentang

Kajian pembanding reklamasi pantai di Bali ditentang
Ilustrasi Sindonews
A+ A-
Sindonews.com - Aktivitis Lingkungan dan Akademisi menolak wacana kajian pembanding untuk reklamasi Teluk Tanjung Benoa Kabupaten Badung, Bali. Pasalnya, rencanya itu dinilai
menghambur-hamburkan uang.

Kontroversi wacana reklamasi besar-besaran di Tanjung Benoa terus menggelinding, terakhir muncul gagasan dilakukannya kajian pembanding yang didanai APBD Provinsi Bali.

Kabarnya, rencana kajian pembanding bakal menelan dana hingga Rp3 miliar lebih. Tentu saja, rencana itu langsung ditentang karena dianggap tidak perlu dan hanya buang anggaran.

"Dari aspek hukum rencana reklamasi itu saja tidak dipenuhi sehingga tidak perlu ada kajian lagi," tegas Koordinator Sekretariat Kerja Penyelamat dan Pelestari Lingkungan Hidup (SKPPLH)  Made Mangku kepada wartawan, Jumat (19/7/2013).

Sebelumnya, kajian pembanding untuk reklamasi tersebut dilontarkan Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta.

"Tidak perlu ada kajian pembanding. Itu hanya menghamburkan dan memboroskan uang rakyat," kata Mangku. Ia menolak kajian pembanding yang dibuat Partai Demokrat Bali.

Mestinya, pemerintah tidak perlu membuat kajian pembanding karena rencana reklamasi di Teluk Benoa itu bukan untuk kepentingan rakyat Bali secara umum.


Selanjutnya...
dibaca 2.624x
Halaman 1 dari 3
Top