Asal Mula Bhineka Tunggal Ika dalam Kitab Sutasoma: Sejarah dan Maknanya
Senin, 16 Januari 2023 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip informasi dari e-book berjudul “Bhinneka Tunggal Ika dan Integrasi Nasional” yang diterbitkan Pusat Pengkajian MPR RI, kalimat Bhinneka Tunggal Ika ditemukan para pendiri bangsa dalam khazanah kebudayaan nusantara.
Kalimat yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular ini pertama kali digunakan pada 1950, tepatnya pada sebuah Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat.
Berdasarkan rancangan buatan Sultan Abdul Hamid II, pada akhirnya Bhinneka Tunggal Ika ini dimasukkan ke dalam lambang negara. Saat itu, usulan tersebut juga disetujui oleh seluruh peserta sidang, termasuk kelompok Islam yang menjadi mayoritas.
Kitab Sutasoma terdiri dari bait-bait atau yang berisikan ajaran etika sosial dan moral. Dalam kakawin tersebut, asal muasal kata Bhinneka Tunggal Ika ini ada pada bait 5 pupuh 139 sebagai berikut.
“Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.”
Kalimat yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular ini pertama kali digunakan pada 1950, tepatnya pada sebuah Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat.
Berdasarkan rancangan buatan Sultan Abdul Hamid II, pada akhirnya Bhinneka Tunggal Ika ini dimasukkan ke dalam lambang negara. Saat itu, usulan tersebut juga disetujui oleh seluruh peserta sidang, termasuk kelompok Islam yang menjadi mayoritas.
Kitab Sutasoma terdiri dari bait-bait atau yang berisikan ajaran etika sosial dan moral. Dalam kakawin tersebut, asal muasal kata Bhinneka Tunggal Ika ini ada pada bait 5 pupuh 139 sebagai berikut.
“Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.”
Lihat Juga :