Kisah Siasat Busuk Gajah Mada Habisi Penguasa Kerajaan untuk Kuasai Malaka
Senin, 16 Januari 2023 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
Di lingkungan Kerajaan Majapahit, nama Gajah Mada yang menapaki karir dari seorang Bekel Bhayangkara, telah menjadi buah bibir. Jasa Gajah Mada terhadap Majapahit dinilai besar. Terutama setelah bersama 15 orang Bhayangkara menyelamatkan Raja Jayanegara dari serangan Ra Kuti beserta pasukan dharmaputranya.
Baca juga: Kisah Kertanagara, Raja Terakhir Singasari yang Suka Mabuk Miras dan Pesta Terlarang Bersama Wanita-wanita Cantik
Gajah Mada berhasil memadamkan pemberontakan Ra Kuti. Gajah Mada juga yang menikam Ra Tanca hingga tewas, setelah memergoki Tanca menghabisi Raja Jayanegara. Di masa pemerintahan Bhre Kahuripan dan Bhre Daha, Gajah Mada juga berandil besar dalam penumpasan pemberontakan Sadeng dan Keta.
Di hadapan Bhre Kahuripan, Gajah Mada mengucapkan sumpah palapanya dengan wajah sungguh-sungguh. Karenanya, tawa ejekan Kembar membuatnya sedih dan merasa terhina. Gajah Mada seketika murka. Setelah berkeluh kesah kepada Bhre Kahuripan. Gajah Mada langsung menghabisi Kembar.
Di sisi lain Gajah Mada memang sudah lama kurang menyukai Kembar. Saat peristiwa pemberontakan Sadeng, Kembar mendahului Gajah Mada yang sudah lama bercita-cita menundukkan Sadeng. Bagi Gajah Mada, yang dilakukan Kembar adalah dosa yang tidak terampuni.
"Di luar panangkilan, Kembar dan Warak dimusnahkan. Itulah kesempatan baik untuk melampiaskan dendamnya kepada Kembar yang telah mendahului mengepung Sadeng," tulis Slamet Muljana.
Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada merupakan pengumuman resmi program politik pemerintahan Majapahit. Sejatinya Gajah Mada hendak melanjutkan program politik Raja Singasari Kertanegara yang memulai dengan ekspedisi Pamalayu (Melayu) dan Pabali (Bali).
Baca juga: Gelombang Tinggi di Pesisir Banten Telan Korban, 1 Wisatawan Hilang Terseret Ombak
Terhadap semua hambatan yang muncul, Gajah Mada tidak segan mengambil langkah pemusnahan. Termasuk kepada Kembar dan Warak yang telah mengejek sumpahnya. Gajah Mada lebih dulu menyingkirkan para perintang sebelum program politik Nusantara ia laksanakan. "Demikianlah telah terjadi perubahan susunan kabinet pada awal pemerintahan Gajah Mada, " tulis Slamet Muljana.
Gajah Mada betul-betul membuktikan sumpahnya. Selama 21 tahun menjabat mahapatih Majapahit, ia berhasil menundukkan negara-negara di luar Kerajaan Majapahit. Gurun (Lombok), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumatra Utara), Pahang (Malaya), Dompo, Bali, Sunda, Palembang (Sriwijaya) dan Tumasik (Singapura), menyatakan takluk.
Sesuai sumpah yang diucapkan. Setelah semua mengakui kebesaran Majapahit, Gajah Mada melakukan amukti palapa (Istirahat). "Lamun huwus kalah nusantara insun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
Baca juga: Kisah Kertanagara, Raja Terakhir Singasari yang Suka Mabuk Miras dan Pesta Terlarang Bersama Wanita-wanita Cantik
Gajah Mada berhasil memadamkan pemberontakan Ra Kuti. Gajah Mada juga yang menikam Ra Tanca hingga tewas, setelah memergoki Tanca menghabisi Raja Jayanegara. Di masa pemerintahan Bhre Kahuripan dan Bhre Daha, Gajah Mada juga berandil besar dalam penumpasan pemberontakan Sadeng dan Keta.
Di hadapan Bhre Kahuripan, Gajah Mada mengucapkan sumpah palapanya dengan wajah sungguh-sungguh. Karenanya, tawa ejekan Kembar membuatnya sedih dan merasa terhina. Gajah Mada seketika murka. Setelah berkeluh kesah kepada Bhre Kahuripan. Gajah Mada langsung menghabisi Kembar.
Di sisi lain Gajah Mada memang sudah lama kurang menyukai Kembar. Saat peristiwa pemberontakan Sadeng, Kembar mendahului Gajah Mada yang sudah lama bercita-cita menundukkan Sadeng. Bagi Gajah Mada, yang dilakukan Kembar adalah dosa yang tidak terampuni.
"Di luar panangkilan, Kembar dan Warak dimusnahkan. Itulah kesempatan baik untuk melampiaskan dendamnya kepada Kembar yang telah mendahului mengepung Sadeng," tulis Slamet Muljana.
Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada merupakan pengumuman resmi program politik pemerintahan Majapahit. Sejatinya Gajah Mada hendak melanjutkan program politik Raja Singasari Kertanegara yang memulai dengan ekspedisi Pamalayu (Melayu) dan Pabali (Bali).
Baca juga: Gelombang Tinggi di Pesisir Banten Telan Korban, 1 Wisatawan Hilang Terseret Ombak
Terhadap semua hambatan yang muncul, Gajah Mada tidak segan mengambil langkah pemusnahan. Termasuk kepada Kembar dan Warak yang telah mengejek sumpahnya. Gajah Mada lebih dulu menyingkirkan para perintang sebelum program politik Nusantara ia laksanakan. "Demikianlah telah terjadi perubahan susunan kabinet pada awal pemerintahan Gajah Mada, " tulis Slamet Muljana.
Gajah Mada betul-betul membuktikan sumpahnya. Selama 21 tahun menjabat mahapatih Majapahit, ia berhasil menundukkan negara-negara di luar Kerajaan Majapahit. Gurun (Lombok), Seran (Seram), Tanjung Pura (Kalimantan), Haru (Sumatra Utara), Pahang (Malaya), Dompo, Bali, Sunda, Palembang (Sriwijaya) dan Tumasik (Singapura), menyatakan takluk.
Sesuai sumpah yang diucapkan. Setelah semua mengakui kebesaran Majapahit, Gajah Mada melakukan amukti palapa (Istirahat). "Lamun huwus kalah nusantara insun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
(eyt)
Lihat Juga :