Takut Diserobot, Seni Tiban Kediri Segera Dipatenkan
Rabu, 11 Januari 2023 - 23:11 WIB
loading...
Kesenian tradisional Tiban atau seni Tiban masih banyak dijumpai di tengah masyarakat Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Foto: Istimewa
A
A
A
KEDIRI - Kesenian tradisional Tiban atau seni Tiban masih banyak dijumpai di tengah masyarakat Kabupaten Kediri , Jawa Timur. Agar tidak diklaim pihak lain, Pemkab Kediri tengah berancang-ancang mematenkan seni Tiban.
Kesenian yang digelar pada setiap musim kemarau panjang itu diharapkan bisa segera terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Dengan demikian rasa memiliki masyarakat Kabupaten Kediri terhadap budaya asli juga dapat lebih meningkat,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kepada wartawan Rabu (11/1/2023).
Baca juga: Dalami Kasus KDRT yang Menimpa Venna Melinda, Polda Jatim Olah TKP di Hotel
Seni Tiban seringkali disebut kesenian meminta hujan. Kesenian ini menampilkan dua orang laki-laki yang berlaga dengan cemeti. Dengan iringan gamelan, kedua orang yang berdiri di tengah gelanggang, saling mencambuk punggung masing-masing.
Kucuran darah yang berasal dari luka cambuk ditambah doa kepada yang maha pencipta diharapkan bisa mengakhiri musim kemarau panjang. Dari penelusuran di lapangan, seni Tiban tidak hanya digelar di wilayah Kabupaten Kediri.
Setiap musim kemarau panjang, sebagian warga Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek juga menggelar seni Tiban. Tiban terus digelar hingga kemarau berganti penghujan.
Kesenian yang digelar pada setiap musim kemarau panjang itu diharapkan bisa segera terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Dengan demikian rasa memiliki masyarakat Kabupaten Kediri terhadap budaya asli juga dapat lebih meningkat,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kepada wartawan Rabu (11/1/2023).
Baca juga: Dalami Kasus KDRT yang Menimpa Venna Melinda, Polda Jatim Olah TKP di Hotel
Seni Tiban seringkali disebut kesenian meminta hujan. Kesenian ini menampilkan dua orang laki-laki yang berlaga dengan cemeti. Dengan iringan gamelan, kedua orang yang berdiri di tengah gelanggang, saling mencambuk punggung masing-masing.
Kucuran darah yang berasal dari luka cambuk ditambah doa kepada yang maha pencipta diharapkan bisa mengakhiri musim kemarau panjang. Dari penelusuran di lapangan, seni Tiban tidak hanya digelar di wilayah Kabupaten Kediri.
Setiap musim kemarau panjang, sebagian warga Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek juga menggelar seni Tiban. Tiban terus digelar hingga kemarau berganti penghujan.
Lihat Juga :